Marc Marquez memanfaatkan crash yang menimpa rival Aprilia, Marco Bezzecchi, pada lap pembuka untuk memenangi MotoGP San Marino dan merebut kepemimpinan klasemen sementara. Kemenangan ini menjadi yang kelima bagi pembalap Ducati tersebut musim ini, sekaligus mengukuhkan dominasinya di lintasan.
Insiden yang menimpa Bezzecchi terjadi saat ia berusaha mempertahankan posisi terdepan. Start dari pole, pembalap Italia itu bergerak ke kanan untuk menutup jalur dalam, mencegah Marquez mengulangi manuver kemenangannya di sprint. Namun, tekanan berlebih di lap pertama membuatnya kehilangan kendali dan terjatuh di Tikungan 12, membuka jalan bagi Marquez untuk memimpin balapan.
Setelah mengambil alih posisi terdepan, Marquez langsung mendapat tekanan dari Jorge Martin. Pembalap Aprilia itu berhasil melewati Marquez di Tikungan 4 dengan pengereman telat, mengambil alih pimpinan balapan. Marquez sempat tertinggal delapan persepuluh detik dan harus berjuang menahan serangan dari adiknya, Alex Marquez, yang menempel ketat.
Pada lap 12, Marquez melancarkan serangan balik di Tikungan 6, menyalip Martin dengan mudah untuk merebut kembali posisi terdepan. Sejak saat itu, ia mulai menjauh, sementara Martin mengalami penurunan performa drastis dan turun ke posisi kelima. Alex Marquez dan Pedro Acosta pun naik ke posisi kedua dan ketiga.
Alex Marquez, yang membalap dengan livery khusus untuk mengenang Marco Simoncelli, tampil impresif setelah kekecewaan di sesi sprint. Ia terus menekan kakaknya dan sempat memperkecil jarak hingga empat persepuluh detik di akhir balapan. Namun, Marquez tidak melakukan kesalahan dan melintasi garis finis dengan keunggulan 0,657 detik, mengamankan kemenangan kelimanya dalam tujuh balapan terakhir.
Baca Juga Scott Redding: Dukungan Dana Jadi Pembeda dengan MarquezDengan hasil ini, Marquez kini menyamai perolehan poin Martin di puncak klasemen dengan 274 poin, tetapi unggul dalam hitungan countback berkat jumlah kemenangan balapan yang lebih banyak. Sementara itu, Acosta kembali menunjukkan performa menjanjikan dengan finis ketiga setelah start dari posisi ketujuh, menegaskan potensinya bersama KTM.
Balapan ini juga menandai pertama kalinya dua bersaudara Marquez finis satu-dua dalam satu musim. Kegagalan Bezzecchi menambah daftar kesalahannya musim ini, yang bisa berdampak besar pada perebutan gelar juara. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin akan sangat berarti di sisa musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!