Marc Marquez akhirnya buka suara soal nasihatnya kepada Isack Hadjar untuk tidak memaksakan diri tampil di Grand Prix Belanda. Menurutnya, keputusan itu bukan soal menyerah, melainkan investasi jangka panjang bagi karier pembalap Formula 1 asal Prancis-Aljazair itu.
Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan saat berlatih di gym sepekan sebelum balapan di Zandvoort. Meski sempat ingin tetap balapan, pemuda 21 tahun itu akhirnya memilih mundur setelah berdiskusi dengan prinsipal timnya, Laurent Mekies, dan Marquez yang dihubunginya langsung.
“Hadjar menghubungi saya. Saya bukan dokter, tentu saja, tapi saya bisa memberi saran,” kata Marquez dikutip dari Motorsport.com. “Kadang sulit menerima kenyataan bahwa kita harus melewatkan satu balapan untuk mempersiapkan diri lebih baik di balapan berikutnya.”
Pengalaman pahit Marquez di Jerez 2020 menjadi dasar nasihatnya. Kala itu, ia memaksakan tampil hanya beberapa hari setelah operasi patah tulang lengan, dan justru memperparah cedera hingga harus absen semusim penuh. Butuh empat operasi sampai akhirnya ia bisa kembali kompetitif di MotoGP.
“Saya belajar bahwa melewatkan satu balapan tidak akan mengubah hidup Anda. Tapi memperparah cedera karena balapan terlalu cepat justru bisa mengubah segalanya,” tegas juara dunia MotoGP itu. “Saya rasa dia mengambil keputusan yang tepat karena kariernya masih panjang.”
Baca Juga Marini Akui Ada Peluang ke Yamaha Sebelum Pilih Tech3 KTMKomentar ini juga menegaskan perubahan pola pikir Marquez yang kini lebih bijak dalam mengelola fisiknya. Sejak cedera 2020, ia kerap mengaku tak lagi memaksakan diri demi hasil instan.
Absennya Hadjar di GP Belanda membuat Liam Lawson naik ke Red Bull, sementara Yuki Tsunoda mengisi kursi Racing Bulls. Belum jelas kapan Hadjar akan kembali, dengan seri berikutnya di Monza pada 6 September.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!