Johann Zarco akhirnya akan kembali merasakan sensasi balapan MotoGP akhir pekan ini di Grand Prix Aragon. Pembalap LCR Honda itu absen lebih dari 100 hari setelah cedera ligamen lutut parah yang dialaminya dalam kecelakaan beruntun di Barcelona, Mei lalu.

Kecelakaan itu terjadi saat Johann Zarco terjatuh di Tikungan 1 pada race restart, dan kakinya terlilit roda belakang motor Francesco Bagnaia. Insiden tersebut juga menyeret Luca Marini, dan membuat Zarco harus menjalani operasi serta rehabilitasi panjang.

Kabar baiknya, Zarco dinyatakan lolos pemeriksaan medis wajib MotoGP pada Kamis dan resmi diizinkan turun di Sirkuit MotorLand Aragon. Pembalap asal Prancis itu mengaku senang bisa segera kembali ke atas motor.

- Advertisement -
Advertisement

“Senang bisa kembali, dan saya cukup bahagia karena dari apa yang saya lakukan dan cara saya berlatih, perkembangan yang cepat terlihat,” ujar Zarco. “Tes utama adalah berlatih dengan motor, dan itu selalu menjadi konfirmasi bagus bahwa saya bisa kembali di Aragon. Tanpa tekanan, saya menikmati kecepatan di motor MotoGP.”

Meski begitu, Zarco sadar kondisinya belum 100 persen. “Perasaan di kaki kiri sudah baik, tapi kami tahu proses menuju 100 persen butuh waktu lebih. Saya bukan pemain sepak bola atau pemain ski. Sebagai pembalap, kondisi saya sudah lebih dari cukup untuk balapan lagi,” tambahnya.

Baca Juga Bezzecchi Pimpin Q2 MotoGP Thailand 2026

Zarco, yang memenangi GP Australia 2023 bersama Pramac Ducati dan GP Le Mans tahun lalu bersama LCR, menyebut dirinya sebagai “pecandu kecepatan”. “Beruntung istirahatnya hanya tiga bulan. Lama, tapi tidak cukup lama untuk kehilangan semua kemampuan. Akan menyenangkan bisa kembali karena saya pecandu kecepatan,” katanya.

Pembalap tertua di grid (36 tahun) ini juga mengaku jeda paksa memberinya waktu untuk merenung. “Mungkin pemikiran segar yang saya dapat adalah saya masih ingin balapan dan tampil baik. Ketika saya melihat para pembalap Honda kesulitan, saya tidak merindukan momen itu. Saya bilang, ‘hampir saja, enak juga di rumah karena sulit berjuang!’” ujarnya sambil tersenyum.

Meski Cal Crutchlow masih siaga sebagai pengganti, Zarco bertekad tampil kompetitif. “Saya masih bermimpi dan ingin balapan untuk mendapatkan hasil bagus,” tegasnya. Jika turun di race Minggu, Zarco harus menjalani double long lap penalty akibat menyebabkan kecelakaan di Catalunya yang melibatkan Bagnaia dan Marini.