Marc Marquez mengaku menjalani musim MotoGP 2026 dengan tekanan yang jauh lebih ringan. Gelar juara dunia yang ia raih pada 2025 silam telah mengubah hidupnya, termasuk cara ia memandang setiap balapan. Namun, saat hari pertama Motul Grand Prix of Japan di Motegi, Jumat, ia menegaskan bahwa insting kompetitifnya tak surut sedikit pun.
“Gelar tahun lalu mengubah hidup saya dan menghilangkan tekanan,” ujar Marquez. “Tapi saya tetap ingin menyerang penuh pada Sabtu dan Minggu.”
Di sesi latihan bebas pertama, Marquez langsung tancap gas. Meski lintasan masih setengah basah, ia mencatat waktu tercepat. Memasuki Practice, ia harus puas di posisi ketiga. “Sejak awal saya punya feeling yang bagus,” katanya. “Ada aspal baru dan kami masih harus menemukan batasnya. Mungkin terdengar aneh, tapi dengan aspal baru, crash justru lebih mudah terjadi.”
Marquez menjelaskan bahwa grip berlebih pada aspal baru bisa hilang secara mendadak. “Orang bilang aspal baru memberi lebih banyak grip, tapi kami selalu berusaha mencapai limit. Begitu kehilangan grip, semuanya terjadi seketika. Kami harus mengelola detail kecil dan mencoba meraih hasil maksimal. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.”
Soal kondisi dan keseimbangan Ducati GP26, Marquez cukup positif. “Aspal baru bagus dan gripnya melimpah. Itu membuat jarak antar pembalap sangat dekat. Kami harus terus bekerja, terutama memahami ban belakang. Keseimbangan motor tampaknya berubah saat kami berganti ban. Tapi kami masih punya waktu.”
Baca Juga Marc Marquez Sembunyi Kecepatan di Aragon? Bezzecchi CurigaRekor putaran yang sudah dipecahkan oleh adiknya, Alex, membuat Marquez memprediksi kualifikasi akan sangat ketat. “Kualifikasi akan menjadi tugas berat, terutama karena semua orang akan sangat cepat. Dengan ban belakang lunak, Anda tidak hanya punya satu putaran untuk mencatat waktu cepat. Bahkan setelah dua atau tiga putaran, ban masih tampil baik. Jadi semua orang punya beberapa kesempatan.”
Berdasarkan sesi latihan, Marquez menunjuk Pedro Acosta sebagai pembalap yang saat ini punya kecepatan terbaik. “Saya pikir Pedro saat ini lebih cepat dari saya, baik dalam pace balapan maupun satu putaran. Alex melakukan time attack luar biasa dengan ban lunak. Dengan ban medium ia sedikit kesulitan, tapi mereka yang memakai ban lunak sangat cepat. Besok saya harus benar-benar menguji ban lunak itu.”
Marquez juga menyebut Francesco Bagnaia, Ai Ogura, dan Jorge Martin sebagai pembalap yang cepat dalam satu putaran. Persaingan di Motegi diprediksi menghadirkan duel sengit, terutama dengan kondisi trek yang baru.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!