Pedro Acosta mengirim sinyal bahaya bagi rival-rivalnya di MotoGP Jepang. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu mengaku merasakan sensasi yang sama seperti pada 2024, tahun di mana ia nyaris menang di Motegi sebelum akhirnya terjatuh dari posisi terdepan. Kini, setelah meraih kemenangan perdananya di Red Bull Ring dua pekan lalu, ia bertekad mengulang kesuksesan di sirkuit yang sama.

Jumat (latihan bebas) menjadi bukti bahwa Acosta benar-benar nyaman dengan motor RC16-nya. Ia menutup sesi latihan di posisi kedua tercepat, hanya terpaut tipis dari pencatat waktu terbaik. Yang lebih penting, ia merasa memiliki basis motor yang solid sejak awal akhir pekan, sesuatu yang kerap menjadi kendala di musim-musim sebelumnya.

“Motor bekerja dengan sangat baik, tim juga bekerja dengan sangat baik,” ujar Acosta usai latihan. “Rasanya cukup mirip dengan 2024 dan jauh lebih baik daripada 2025. Jadi saya senang.”

- Advertisement -
Advertisement

Pembalap asal Spanyol itu menambahkan bahwa kunci utamanya adalah menemukan setelan dasar yang tepat sejak sesi pertama. “Pada akhirnya kami melakukan pekerjaan dengan baik. Sepertinya kami menemukan base motor yang bagus untuk memulai akhir pekan, lalu tinggal menyempurnakan detailnya. Saya cukup puas dengan cara semuanya berjalan.”

Perubahan permukaan lintasan Motegi yang diaspal ulang serta ban kompon keras dari Michelin disebut Acosta sebagai faktor pembeda. “Mungkin perbedaan terbesarnya adalah treknya diaspal ulang dan bannya juga berbeda,” jelasnya. “Tapi soal manajemen ban, jika Anda lihat sepanjang musim, kami jauh lebih baik dari tahun lalu. Musim lalu saya sebenarnya kompetitif karena kualifikasi P4, Jumat kedua, dan podium Sprint, tapi kemudian saya berjuang keras bertahan dengan ban. Sepertinya situasinya tidak sama lagi.”

Baca Juga Zarco Kembali ke MotoGP Aragon, Bikin LCR Honda Lega

Dengan performa yang ditunjukkan, Acosta kini dijagokan untuk kembali naik podium, bahkan mungkin mengulangi kemenangan seperti di Austria. Namun, ia tak mau jemawa. Ia sadar bahwa Motegi adalah sirkuit yang menuntut konsistensi dan manajemen ban yang cerdas, terutama dengan perubahan kondisi trek.

Jika Acosta mampu mempertahankan momentum ini hingga balapan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius bagi para pesaing gelar. Kemenangan beruntun akan menjadi pernyataan tegas bahwa ia adalah kekuatan baru di MotoGP. Dan Motegi, tempat di mana ia pernah nyaris menang, bisa menjadi saksi bisu kebangkitan sang pembalap muda.