Marco Bezzecchi memilih kembali ke pitlane setelah nyaris mengalami kecelakaan besar pada sesi latihan bebas pertama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku sudah terlalu banyak terjatuh musim ini dan tidak ingin mengambil risiko lebih besar.

Insiden terjadi saat Bezzecchi melibas tikungan 11 yang baru saja diaspal ulang. Motor RS-GP miliknya nyaris highside, tetapi ia berhasil menyelamatkan diri. Rekan setimnya, Jorge Martin, juga tampil solid dengan finis kedelapan dan mengamankan tempat di Q2. Sementara itu, pembalap wildcard Honda, Takaaki Nakagami, mengalami crash hebat di tikungan yang sama beberapa menit kemudian dan harus absen sepanjang akhir pekan.

“Saya memulai hari dengan penyelamatan besar,” ujar Bezzecchi. “Saya melihat sedikit hujan di lintasan, tetapi aspalnya kering. Ketika masuk ke Tikungan 11, saya baru sadar ada bagian yang basah. Saya sangat beruntung bisa menyelamatkan diri. Jika ditanya bagaimana caranya, saya tidak tahu. Langsung saja saya kembali ke pit dan menunggu kondisi membaik karena musim ini saya sudah cukup sering terjatuh.”

- Advertisement -
Advertisement

Bezzecchi menyebut kombinasi hujan semalam, suhu rendah, dan minimnya referensi dari musim lalu membuatnya buta saat memasuki tikungan kanan yang licin tersebut. “Kemarin saya berjalan di lintasan, tapi tentu berbeda dengan mengendarai motor. Saya menyadari aspalnya basah ketika motor sudah dalam posisi kritis,” tambahnya.

Meski sempat terpuruk karena beberapa kali crash dari posisi memimpin dan cedera lutut serta bahu, pembalap berusia 27 tahun itu tetap optimistis. Ia menilai performanya di Motegi cukup baik dan merasa berada dalam persaingan ketat. “Saya sangat senang bisa berada di sini. Hari ini berjalan lancar, FP1 dan time attack semuanya oke. Saya merasa berada di dalam ‘mix’ pembalap depan,” jelasnya.

Baca Juga Konflik Kontrak Jorge Martin: Aprilia Ancam Seret ke Pengadilan

Bezzecchi juga menyoroti karakteristik Sirkuit Motegi yang secara historis kurang cocok untuk Aprilia RS-GP. Namun, ia mampu bersaing dengan pembalap Ducati dan KTM. “Ini trek yang sulit bagi kami, tapi kami bisa kompetitif. Saya berharap bisa terus meningkatkan performa,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Bezzecchi menatap sesi kualifikasi dengan hati-hati. Ia sadar bahwa konsistensi dan menghindari kesalahan menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal di sisa akhir pekan.