Memasuki akhir pekan balap di Sirkuit Sepang, Marc Marquez tiba dengan status sebagai pemimpin klasemen kejuaraan dunia dengan keunggulan tipis 10 poin atas rival terdekatnya. Setelah kemenangan krusial pada sesi Sprint di Phillip Island serta insiden yang menimpa pesaing terdekatnya, pembalap bintang asal Spanyol ini sama sekali tidak berniat untuk menurunkan tempo atau bermain aman demi mengamankan selisih poin di papan atas klasemen sementara.
Dalam sesi konferensi pers resmi jelang Grand Prix Malaysia, pembalap andalan pabrikan Borgo Panigale tersebut menegaskan bahwa mentalitasnya tidak sedikitpun mengalami perubahan meskipun saat ini memegang kendali atas jalannya perebutan gelar juara dunia. Ia secara terbuka menyatakan bahwa fase krusial musim ini justru menuntut setiap kandidat juara untuk berani mengambil risiko demi meraih hasil maksimal di setiap sesi lintasan.
“Saya memiliki mentalitas yang sama seperti biasanya,” ujar Marc Marquez kepada para awak media yang hadir di Sepang. “Kami berada di titik musim di mana kita harus mengambil risiko: saya telah melakukannya di Australia untuk memenangkan Sprint dan saya akan mencoba melakukan hal yang sama di sini, memberikan yang terbaik di semua sesi untuk melihat apakah kita bisa bertarung dengan kedua Aprilia resmi.”
Lebih lanjut, pembalap bernomor 93 itu juga mengenang kembali pertarungan sengit yang ia hadapi pada seri sebelumnya di Australia melawan para pesaing utama. Konsistensi kecepatan serta ketepatan dalam kalkulasi risiko menjadi kunci utama keberhasilannya memperlebar jarak keunggulan, sebuah pendekatan taktis yang kembali ingin ia terapkan di sirkuit Sepang yang memiliki karakteristik suhu lintasan tinggi dan tantangan fisik yang berat.
“Di Australia, saya dan Martin memiliki kecepatan yang mirip, ini memungkinkan saya mengelola balapan dengan jumlah risiko yang tepat. Kami mengalami pertarungan yang hebat dengan Martin dan hal yang penting bagi kami adalah mencapai garis finis dengan 12 poin,” tambah Marc Marquez saat merinci dinamika persaingan ketat di seri sebelumnya.
Baca Juga Pramac Yamaha Ungkap Sulitnya Bujuk Toprak Razgatlioglu Jalani OperasiMenghadapi potensi ancaman dari kerjasama tim pabrikan lawan, diskusi mengenai kemungkinan adanya aliansi keluarga dengan Alex Marquez turut menjadi sorotan hangat para jurnalis. Mengingat Alex Marquez memiliki catatan positif di Sepang, dukungan moril maupun taktis dari sang adik tentu menjadi aset berharga di tengah sengitnya persaingan gelar juara dunia musim ini yang semakin mendekati babak akhir penentuan.
Menanggapi pertanyaan seputar kerja sama internal keluarga di atas lintasan, sang juara dunia memberikan jawaban penuh teka-teki namun sarat makna mendalam. “Alex sekutu saya? Terkadang antara saudara tidak perlu berbicara. Saya akan mencoba menang dan dia akan melakukan hal yang sama, kemudian selama balapan semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan,” ungkapnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!