Upaya Toprak Razgatlioglu untuk menyelesaikan musim debutnya di ajang MotoGP akhirnya harus terhenti lebih cepat akibat cedera serius. Sang juara dunia WorldSBK tiga kali tersebut terpaksa harus mengubur mimpinya menuntaskan sisa kalender balap tahun ini demi naik meja operasi. Keputusan ini diambil setelah serangkaian pemeriksaan medis lanjutan di Eropa menunjukkan bahwa kondisi bahu kanannya jauh lebih parah dari perkiraan awal, usai mengalami kecelakaan hebat dalam sesi latihan bebas terakhir di Sirkuit Mandalika.

Situasi pelik ini diungkapkan langsung oleh Direktur Tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, saat berbicara kepada reporter pit lane MotoGP, Jack Appleyard, di sela-sela sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Phillip Island. Borsoi menceritakan betapa alotnya proses komunikasi dengan pembalap asal Turki tersebut yang sangat berambisi untuk terus membalap dan menuntaskan lima seri tersisa musim ini, meskipun kondisi fisiknya tidak memungkinkan.

"Tentu saja ini bukan momen yang menyenangkan, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi para penggemar MotoGP dan olahraga kita," ujar Gino Borsoi sebagaimana dilansir dari Crash.net. "Memiliki Toprak di rumah bukanlah hal yang terbaik. Dia sangat bersedih. Dia mencoba meyakinkan kami untuk terus melanjutkan—sebenarnya, dialah satu-satunya orang yang yakin untuk menyelesaikan musim dan menjalani lima putaran terakhir."

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun ada keinginan besar dari sang pembalap untuk tetap berada di atas lintasan, manajemen tim dan jajaran medis harus melihat gambaran yang lebih besar untuk masa depan jangka panjang. Risiko bahu terlepas kembali saat sedang memacu motor dalam kecepatan tinggi menjadi ancaman nyata yang sangat membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun para pembalap lain di lintasan. Oleh karena itu, langkah operasi di Milan yang dijadwalkan pada Senin mendatang menjadi satu-satunya jalan keluar yang paling rasional demi kebaikan bersama.

Baca Juga Koleksi Eksklusif Poster Tanda Tangan Valentino Rossi Dilepas di MotoGP Authentics

"Tetapi pada akhirnya, kami harus memikirkan tahun depan. Keputusan yang tepat bagi Yamaha, tim, dan para dokter yang terlibat adalah melakukan operasi dan bersiap untuk musim depan," lanjut Borsoi. "Bagaimanapun, sangat sulit untuk meyakinkan Toprak agar mau menjalani operasi dan tidak menyelesaikan musim. Namun pada akhirnya, saya pikir itu adalah keputusan yang tepat." Tanpa tindakan medis tersebut, Borsoi memperingatkan bahwa potensi dislokasi susulan dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Razgatlioglu sedang mengaspal di tengah balapan.

Sementara itu, absennya Razgatlioglu menyisakan beban berat di pundak Jack Miller yang harus menjadi ujung tombak tunggal Pramac Yamaha di seri kandangnya sendiri, Phillip Island, di tengah ancaman cuaca hujan deras. Di sisi lain, pihak tim telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menunjuk pembalap penguji Yamaha, Augusto Fernandez, untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Razgatlioglu pada sisa balapan musim ini, sementara fokus utama tim saat ini tetap pada pemulihan total sang bintang demi menyambut era baru regulasi dan tes resmi mendatang.