Pembalap Francesco Bagnaia, yang kini memperkuat tim pabrikan Ducati Team, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mengambil lebih banyak risiko pada akhir pekan ini dalam gelaran Grand Prix Malaysia. Juara dunia tiga kali tersebut memandang Sirkuit Internasional Sepang sebagai peluang paling emas untuk meraih hasil positif sekaligus membalikkan tren negatif yang telah melanda sepanjang musim kompetisi berjalan, di tengah persiapan menjelang perpisahannya dengan pabrikan Borgo Panigale.

Situasi sulit memang tengah mendera pebalap asal Italia tersebut setelah ia hanya mampu mengumpulkan total 23 poin dari enam putaran terakhir. Kendati demikian, rekam jejak manis di Sepang memberikan secercah harapan besar. Bagnaia memiliki catatan impresif di sirkuit kebanggaan negeri Jiran ini dengan mengantongi dua kemenangan dari empat balapan terakhir di Malaysia, termasuk pencapaian gemilang tahun lalu di mana ia sukses merebut pole position dan mendominasi balapan sprint meski harus menghadapi berbagai kendala teknis yang serupa dengan problem tahun ini.

Menyongsong akhir musim yang semakin mendekati garis akhir, Bagnaia bertekad untuk kembali menemukan kenikmatan dalam memacu kuda besi GP26 setelah melalui serangkaian seri balap yang sangat mengecewakan. Pendekatan agresif tanpa rasa takut akan diterapkan demi mendongkrak performa di atas lintasan. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan didasari oleh kecintaannya terhadap karakter lintasan Sepang yang dinilai sangat cocok dengan gaya balapnya secara keseluruhan.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam sesi jumpa pers menjelang balapan pada hari Kamis, Bagnaia mengungkapkan antusiasmenya secara mendalam. "Saya sangat menantikan untuk membalap di sini. Saya menyukai lintasannya, dan saya pikir ini adalah peluang terbaik yang saya miliki untuk menikmatinya sedikit lebih banyak," ujarnya dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan tidak akan ragu untuk mendorong batas kemampuan motor hingga titik maksimal demi meraih hasil memuaskan dan kepuasan batin di atas lintasan.

Baca Juga Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Aragon, Jorge Martin Tertinggal

"Saya akan mengerahkan kemampuan maksimal saya. Saya akan mengambil lebih banyak risiko untuk menikmatinya," imbuh Bagnaia. Pembalap andalan Michelin tersebut juga mengenang kembali perjuangannya musim lalu ketika ia berhasil merebut pole position dan memenangi balapan sprint meskipun motornya tidak berada dalam kondisi ideal, sebuah skenario yang ia nilai kurang lebih mirip dengan situasi yang dihadapinya saat ini bersama tim.

Selain faktor teknis motor, akhir pekan di Sepang juga diwarnai oleh drama seputar kondisi lintasan dan alokasi ban yang dibawa oleh penyuplai resmi. Rencana renovasi besar-besaran yang sedianya dilakukan tahun ini batal terlaksana, membuat sebagian besar aspal tetap sama seperti tahun sebelumnya kecuali beberapa bagian yang baru dilapisi ulang. Kondisi ini memaksa pabrikan ban asal Prancis tersebut menyediakan opsi ban medium belakang tambahan yang awalnya disiapkan untuk aspal baru, melengkapi pilihan kompon lunak dan keras yang tersedia bagi para pembalap.