Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sirkuit Phillip Island memaksa penyelenggara mengambil keputusan pahit untuk membatalkan balapan utama Grand Prix Australia. Akhir pekan balap penutup di lintasan ikonik tersebut harus diakhiri lebih cepat setelah penundaan panjang akibat cuaca buruk yang tak kunjung membaik. Marc Marquez, yang awalnya dijadwalkan untuk memulai balapan dari posisi terdepan setelah kemenangan gemilang dalam balapan sprint hari Sabtu, memberikan pandangannya mengenai situasi pelik yang terjadi di dalam paddock.

Meskipun lintasan diguyur hujan lebat dan menyisakan genangan air di berbagai titik, bintang asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa keadaan aspal sebenarnya masih dalam batas toleransi untuk menggelar balapan. Masalah utama yang menjadi kendala terbesar bukanlah cengkeraman ban di atas lintasan basah, melainkan jarak pandang yang sangat buruk. Kondisi visibilitas yang minim ini membuat helikopter medis darurat tidak dapat terbang, sebuah protokol keselamatan mutlak yang harus dipenuhi sebelum lampu start perlahan dipadamkan oleh petugas balap.

Sebagai langkah pencegahan demi keselamatan para pembalap, pengurus balapan tidak memiliki pilihan selain membatalkan jalannya balapan utama hari Minggu. Keputusan ini praktis menghentikan potensi drama perebutan poin di kejuaraan dunia. Di sisi lain, situasi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi rival terdekatnya dalam perburuan gelar, Jorge Martin, yang sebelumnya mengalami kecelakaan parah dan menderita cedera retak pergelangan tangan pada insiden terpisah.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara di atas grid usai melakukan putaran parade menyusul pengumuman pembatalan resmi, sang juara dunia menyampaikan rasa simpati mendalam kepada puluhan ribu penonton yang telah memadati tribun sirkuit. Ia menilai bahwa para penggemar setia yang hadir di tepi pantai Victoria tidak pantas mendapatkan akhir pekan yang antiklimaks seperti ini. Para pembalap, menurut pengakuannya, sudah sangat siap secara fisik maupun mental untuk menghadapi tantangan cuaca buruk demi menyuguhkan pertunjukan kelas dunia.

"Ya, tentu saja saya merasa sedih untuk semua penggemar di Phillip Island, karena Phillip Island tidak pantas mendapatkan balapan terakhirnya dibatalkan," ujar Marquez mengekspresikan kekecewaannya di hadapan para pendukung setia yang memadati area start. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim dan para rider sebenarnya telah siap beraksi di atas kuda besi masing-masing, namun faktor keselamatan udara menjadi tembok tebal yang tidak dapat dilanggar demi menghindari risiko fatal.

Baca Juga Pedro Acosta Bela Marc Marquez: Ini Inti Serunya MotoGP

"Kondisinya bisa diterima, tetapi sayangnya helikopter medis tidak siap untuk terbang. Jadi, itu demi alasan keselamatan. Sangat meminta maaf kepada kalian semua, kami sebagai pembalap sudah siap untuk balapan. Namun hari ini kami tidak bisa. Tetapi terima kasih telah mendukung MotoGP," imbuhnya seraya mengenang memori indah meraih pole position fantastis sehari sebelumnya serta kemenangan manis yang pernah diraihnya di sirkuit legendaris tersebut.

Setelah drama cuaca di Australia mereda, sirkuit dunia tidak memiliki banyak waktu untuk bernapas panjang. Rombongan besar MotoGP bersiap terbang menuju Malaysia akhir pekan mendatang untuk melakoni seri ke-19 musim ini di Sirkuit Sepang, sebelum menutup rangkaian tur Asia-Pasifik menuju Qatar pada awal November mendatang, di mana tensi perebutan titel juara dunia dipastikan akan semakin memanas.