Marc Marquez melontarkan peringatan mengejutkan menjelang seri MotoGP Austria di Red Bull Ring. Pembalap Ducati itu menegaskan bahwa Pedro Acosta masih berada dalam perburuan gelar juara dunia meskipun tertinggal 65 poin. Pernyataan ini muncul setelah Acosta tampil impresif pada sesi latihan Jumat, di mana ia berhasil memuncaki kedua sesi dan menunjukkan kecepatan yang mengkhawatirkan bagi para rivalnya.

Acosta Masih Dalam Perhitungan

Marquez, yang saat ini memimpin klasemen dengan 274 poin, tidak meremehkan Acosta. "Dia masih dalam perburuan gelar. Delapan balapan tersisa, dia tertinggal 65 poin. Saya pernah tertinggal 100 poin tujuh balapan lalu. Jadi, dia masih dalam perburuan," ujar Marquez. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Marquez sangat menyadari potensi ancaman dari pembalap KTM tersebut, terutama setelah melihat performa Acosta di atas motor KTM yang sangat kompetitif di trek Austria.

Acosta, yang merupakan pembalap KTM, memang tampil luar biasa pada hari Jumat. Ia berhasil menjadi yang tercepat di kedua sesi latihan, menandakan bahwa ia adalah favorit kuat untuk meraih kemenangan di kedua balapan akhir pekan ini. Marquez pun mengakui kecepatan Acosta. "Saya sudah menduganya karena ini bukan pertama kalinya KTM sangat cepat di sini. Dan Pedro memberikan tambahan pada KTM. Dia sudah sangat cepat di trek lain, dan di sini saat ini dia yang terbaik," tambahnya.

- Advertisement -
Advertisement

Marquez Belum Siap Bersaing untuk Kemenangan

Meskipun Marquez memimpin klasemen dan memiliki rekor kemenangan di Austria tahun lalu, ia merasa belum siap untuk bersaing merebut kemenangan pada balapan kali ini. "Perasaannya adalah hari ini kami bekerja keras. Tapi yang terpenting adalah dari sesi pertama hingga terakhir, kami meningkatkan feeling dan cara mengendarai motor. Ini sesuatu yang sangat positif. Mari kita lihat apakah besok kami perlu melakukan langkah lain, karena saat ini kami belum siap untuk bersaing merebut kemenangan. Tapi ini baru hari Jumat," jelasnya.

Marquez juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi akibat ban Michelin dengan karkas lebih keras yang dibawa ke Red Bull Ring. Ban ini sebelumnya digunakan di Thailand dan Brasil, di mana Ducati kesulitan. "Pada dasarnya, set-up. Gaya mengendarai Anda tetap satu. Tapi benar bahwa perubahan karkas belakang mengubah karakter motor. Seperti yang kita lihat di Thailand, kami sangat menderita. Dan hari ini sepertinya kami sedikit lebih menderita daripada di Misano, tapi lebih baik daripada di Thailand," ungkapnya.

Baca Juga Pol Espargaro: Pembalap MotoGP Belum Sadar Besarnya Perubahan Ban 2027

Meski demikian, Marquez merasa lebih baik dalam hal ban bekas. "Dengan ban bekas, saya merasa lebih baik. Yang bagus adalah saat ini saya tidak merasakan penurunan performa, dan ini memberi saya perasaan yang baik. Tapi saya perlu meningkatkan time attack, karena dengan karkas ini, saya selalu kesulitan. Saya perlu memperbaiki itu, atau memahami cara untuk start dari baris depan. Tahun lalu saya menang dengan karkas ini. Jadi, mari kita lihat. Saya tahu di mana saya kehilangan waktu dibandingkan tahun lalu, dan mari kita lihat apakah besok saya bisa melakukan langkah dalam gaya mengendarai," pungkasnya.

Dengan pernyataan Marquez, persaingan di MotoGP Austria semakin memanas. Acosta yang sedang dalam performa terbaiknya akan berusaha memanfaatkan momentum, sementara Marquez harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Balapan akhir pekan ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara kedua pembalap tersebut.