MotoGP tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam format sprint race-nya mulai musim 2027. Sebuah proposal untuk memperkenalkan sesi kualifikasi terpisah guna menentukan grid sprint telah diajukan kepada para pabrikan dan tim. Langkah ini disebut-sebut meniru format yang sudah diterapkan Formula 1, meski dengan sejumlah perbedaan mendasar.
Sejak diperkenalkan pada 2023, sprint race MotoGP memang digelar di setiap grand prix, berbeda dengan F1 yang hanya menggelarnya di beberapa event saja. Pada 2027, F1 berencana menambah jumlah sprint menjadi 10 balapan, namun jumlah itu masih jauh di bawah MotoGP yang menggelar sprint di semua seri. Jika proposal ini disetujui, maka akan ada dua sesi kualifikasi terpisah dalam satu akhir pekan: satu untuk sprint, satu untuk grand prix.
Format akhir pekan MotoGP saat ini terdiri dari sesi latihan bebas 60 menit yang menentukan 10 pembalap tercepat langsung lolos ke Q2, lalu Q1 selama 15 menit (dua teratas maju ke Q2, posisi grid 13 ke bawah ditentukan), dan Q2 selama 15 menit yang menentukan 12 posisi terdepan. Sprint race digelar setengah jarak balapan utama, dan grand prix tetap full distance. Kualifikasi yang ada sekarang menentukan grid untuk kedua balapan tersebut. Namun, dengan proposal baru, grid sprint akan ditentukan oleh sesi kualifikasi terpisah.
Perubahan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, terutama soal bagaimana format akan diubah nantinya. Para pembalap sudah lama mengeluhkan padatnya jadwal akhir pekan, yang tidak hanya berisi sesi lintasan, tetapi juga aktivitas sponsor dan kewajiban media. Menambah sesi kualifikasi lagi dikhawatirkan semakin membebani mereka, baik secara fisik maupun mental.
Untuk bisa diberlakukan, proposal ini harus melalui ratifikasi resmi dari Grand Prix Commission. Artinya, tidak ada jaminan bahwa ide ini akan terwujud. Sebelumnya, pada awal tahun ini, MotoGP sempat dikabarkan akan menerapkan aturan satu motor mulai musim depan, namun proposal itu akhirnya gagal. Kegagalan tersebut menunjukkan bahwa perubahan regulasi di MotoGP tidak selalu mulus, terutama jika melibatkan banyak pihak.
Baca Juga Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Aragon, Jorge Martin TertinggalYang menjadi sorotan lain adalah sejauh mana para pembalap dilibatkan dalam diskusi ini. Pada 2022 di Grand Prix Austria, mereka baru mengetahui bahwa MotoGP menyetujui introduksi sprint race melalui media, bukan dari komunikasi resmi. Jika sejarah terulang, bisa jadi para pembalap kembali merasa diabaikan dalam pengambilan keputusan penting yang memengaruhi pekerjaan mereka.
Jika sprint qualifying benar-benar diterapkan, ini akan menjadi perubahan signifikan dalam lanskap balap grand prix. MotoGP terus mencari cara untuk meningkatkan tontonan dan kompetisi, tetapi di sisi lain harus menjaga keseimbangan antara hiburan dan kesejahteraan para pelaku di lintasan. Kita tunggu saja apakah proposal ini akan disetujui atau kandas seperti ide-ide sebelumnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!