Andrea Kimi Antonelli memprediksi bahwa degradasi ban ekstrem di sirkuit jalanan Madrid yang baru akan memaksa para pembalap Formula 1 melakukan apa yang ia sebut sebagai "grandmother driving" alias mengemudi super lambat seperti nenek. Ancaman ini menjadi perhatian utama jelang balapan Minggu, di mana manajemen ban akan menjadi faktor penentu.
Sirkuit Madring, yang pertama kali menggelar Grand Prix Spanyol, langsung menunjukkan karakter ganasnya. Sepanjang sesi latihan, tim-tim melaporkan tingkat degradasi termal yang tinggi serta graining parah pada ban depan kiri. Kondisi ini memaksa para insinyur untuk memutar otak mencari strategi terbaik.

"Ini trek di mana Anda memiliki banyak jenis tikungan, kecepatan tinggi, kecepatan rendah, chicane, jadi tidak mudah untuk mendapatkan mobil di jendela yang tepat," ujar Antonelli, yang gagal merebut pole position setelah dikalahkan Lando Norris dari McLaren. "Selain itu dengan ban, saya pikir tidak mudah menemukan keseimbangan yang tepat antara sektor pertama dan akhir putaran. Trek yang rumit, tapi saya pikir tantangan terbesar adalah besok, karena degradasi tampaknya cukup tinggi."
Antonelli bahkan melontarkan gurauan sinis. "Mungkin akan menjadi grandmother driving di putaran-putaran pertama, tapi kita lihat saja. Kami melihat dalam long run betapa curamnya degradasi, terutama jika Anda mendorong terlalu awal. Jadi, kita lihat saja. Kami akan mencoba melihat situasinya. Mungkin besok kami balapan, dan degradasinya jauh lebih rendah, jadi kita hanya perlu melihat momennya."
Rekan setimnya di Mercedes, George Russell, juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Setelah sesi latihan pertama yang kacau, ia bahkan bercanda bahwa balapan enam kali pit stop bisa menjadi strategi tercepat. "Ada tanda tanya besar tentang degradasi ban. Di FP1 dengan degradasi yang kami alami, kami pikir balapan enam kali pit stop akan menjadi cara tercepat!" ujarnya setengah bercanda. "Saya yakin degradasi ban akan lebih baik pada hari Minggu, tetapi dengan tikungan panjang La Monumental, itu benar-benar menyiksa ban dan itu akan menjadi tantangan bagi semua orang."
Baca Juga Tes F3 di Madrid Tunjukkan 19 Red Flag, Sirkuit Madring Berisiko TinggiBukan hanya soal ban, overtaking juga diprediksi menjadi mimpi buruk. "Overtaking saya pikir akan sangat sulit," kata Antonelli. "Di latihan saya menghabiskan dua putaran di belakang Williams berusaha keras untuk melewati tapi benar-benar sulit, terutama karena degradasinya cukup besar. Ketika Anda berada di belakang, Anda mulai meluncur lebih banyak, dan itu membuat hidup Anda sedikit lebih sulit. Satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah mencoba menekan mobil di depan, mencoba membuat mereka melakukan kesalahan atau membuat mereka degradasi lebih banyak, dan kemudian Anda mencoba bermain dengan strategi. Tapi ya, terutama ketika Anda memiliki kecepatan yang sangat mirip, sulit untuk melakukan manuver."
Dengan semua faktor ini, Grand Prix Spanyol di Madrid berpotensi menjadi ajang adu strategi dan ketahanan ban, bukan sekadar adu cepat. Para pembalap harus menahan ego untuk tidak menekan gas terlalu awal, atau risiko kehilangan posisi di akhir balapan akan menghantui. Apakah benar akan ada grandmother driving? Kita tunggu saja aksinya di lintasan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!