Max Verstappen melontarkan kritik pedas terhadap desain sirkuit Madring di Madrid yang dinilai minim peluang menyalip jelang Grand Prix Spanyol. Pembalap Red Bull itu menyebut alasan keterbatasan ruang sebagai "omong kosong" dan menegaskan sirkuit jalanan berkecepatan tinggi tersebut masih bisa dimodifikasi untuk meningkatkan aksi balapan.

Kekhawatiran akan kurangnya overtaking sudah mencuat sejak sesi latihan bebas. Sirkuit Madring, yang baru pertama kali menggelar balapan F1, memiliki sangat sedikit tikungan yang menyediakan titik pengereman ideal untuk menyalip. Verstappen, yang akan start ketiga di belakang Lando Norris dan Andrea Kimi Antonelli, mengakui kualitas aspal dan cengkeraman sudah bagus, namun tata letak tikungan menjadi masalah utama.

"Tikungannya, Anda tidak bisa menyalip. Di beberapa tempat, zona pengereman, mereka perlu belajar bahwa seharusnya tidak pernah mengharuskan Anda untuk tetap menikung sambil mengerem, karena itu tidak memungkinkan overtaking," ujar Verstappen. "Jadi tentu, dari segi desain sirkuit, saya pikir bisa lebih baik. Masukan dari pembalap di masa depan juga akan sangat membantu."

- Advertisement -
Advertisement

Pembalap asal Belanda itu menepis argumen bahwa keterbatasan lahan menjadi penghalang. "Saya tahu mereka akan selalu kembali dan berkata, 'Ya, tapi ruangnya sempit,' tapi itu omong kosong. Selalu ada cara untuk menemukan peluang menyalip di sekitar sirkuit," tegasnya. Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan event sudah sangat baik, termasuk kecepatan penyiapan sirkuit dan informasi untuk simulator.

Rekan setimnya di Red Bull, Sergio Perez, juga menyuarakan keprihatinan serupa. Namun Verstappen lebih jauh menyoroti bahwa bahkan dengan kecepatan superior, ia kesulitan menemukan titik untuk menyalip. "Ini akan sulit. Bahkan dalam skenario terbaik dan Anda lebih cepat, Anda tidak bisa menyalip. Tidak ada tikungan di mana Anda bisa menyalip, jadi Anda harus mengandalkan pembalap lain yang melakukan degradasi ban secara agresif," jelasnya.

Baca Juga Norris Buka Suara Soal Masa Depan di McLaren Hingga 2030

Juara dunia bertahan, Lando Norris, sepakat dengan Verstappen. Pembalap McLaren itu menilai karakter sirkuit dengan elevasi dan tikungan camber memberikan daya tarik tersendiri, tetapi tetap ada ruang perbaikan. "Tikungan camber biasanya memungkinkan Anda mengikuti lebih baik. Jadi saya pikir tahun depan lebih banyak tikungan seharusnya sedikit lebih camber, terutama jika overtaking sulit. Beberapa tikungan bisa diubah untuk membuat balapan lebih baik," kata Norris.

Dengan degradasi ban yang diprediksi tinggi, strategi balapan akan menjadi faktor krusial. Verstappen menegaskan bahwa long run akan sangat menantang, dan kemampuan mengelola ban akan menjadi kunci. Namun, ia tetap pesimistis soal peluang menyalip, bahkan jika ia memiliki kecepatan lebih. "Saya masih harus mencari tikungan di mana bisa menyalip," pungkasnya.

Kritik ini menjadi sorotan menjelang balapan perdana di Madring. Jika sirkuit tidak segera dievaluasi, bukan tidak mungkin para pembalap akan terus mengeluh soal minimnya aksi di lintasan. F1 sebagai ajang balap puncak tentu menginginkan pertarungan sengit, dan masukan dari pembalap seperti Verstappen dan Norris bisa menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan di masa depan.