Charles Leclerc mengakui bahwa keputusan berani tim Ferrari untuk memakai ban lunak pada sprint race GP Belanda di Zandvoort sempat membuatnya cemas di grid. Meski begitu, pembalap asal Monako itu menegaskan bahwa pilihan tersebut akhirnya terbukti tepat, terutama karena performa balapan Ferrari secara umum kuat akhir pekan ini.

Sprint race yang berlangsung 24 lap itu memang tidak menyuguhkan banyak aksi overtake. Namun, Leclerc menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang berhasil menyalip, ketika ia melewati Lando Norris untuk merebut posisi kedua. Menariknya, overtake tersebut terjadi pada lap ke-18, cukup larut untuk sebuah balapan pendek.

Menurut Leclerc, keberhasilan menyalip Norris lebih disebabkan oleh perbedaan strategi penggunaan energi (deployment) ketimbang murni kecepatan ban. Meski demikian, fakta bahwa ia bisa menyelesaikan manuver di lap 18 dengan ban lunak yang biasanya mulai kehilangan performa di akhir balapan, tetap menjadi pencapaian yang patut diperhatikan.

- Advertisement -
Advertisement

Leclerc adalah satu dari hanya dua pembalap yang memilih ban lunak untuk start sprint. Keputusan ini didasarkan pada data dari FP1 dan fakta bahwa Ferrari terlihat baik dalam hal degradasi ban di Zandvoort, setidaknya di sisi Leclerc. Namun, saat melihat semua rival di sekitarnya memakai ban medium, ia sempat ragu.

"Selalu ketika kamu satu-satunya yang melakukan sesuatu, itu bisa sangat benar atau sangat salah," ujar Leclerc sambil tersenyum. "Saya pikir pada akhirnya ini pilihan yang bagus, jadi itu positif. Artinya kami mengerjakan PR dengan baik di FP1, tapi tentu saja saat di grid, saya hanya berharap telah membuat pilihan yang tepat."

Keputusan Sulit Bersama Tim

Keputusan tersebut diambil bersama tim, dan Leclerc menekankan bahwa itu bukanlah keputusan yang mudah, terutama karena ia dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, menjalankan strategi yang berbeda. "Itu tidak mudah karena Lewis dan saya punya strategi berbeda. Jadi tentu saja tidak jelas. Tapi saya pikir itu ban yang bagus setelah FP1, meskipun saya hanya melakukan sedikit lap dan tidak terlalu nyaman dengan ban medium. Jadi ya, saya senang dengan pilihan itu," jelasnya.

Baca Juga Sayap 180° Ferrari Terinspirasi Mercedes 2011

Pirelli sendiri sudah mengindikasikan bahwa C3 dan C4 (ban medium dan lunak) memiliki daya tahan yang cukup mirip, dengan hanya C2 (kompon terkeras) yang menjadi perbedaan signifikan. Ini semakin menguatkan bahwa pilihan Leclerc bukanlah sebuah kejutan besar, meski tetap berisiko.

Kualifikasi Tetap Jadi Kelemahan

Selain soal ban, sprint race ini juga menggarisbawahi apa yang sudah Leclerc rasakan sejak Jumat: performa balapan Ferrari bagus, tetapi kualifikasi masih menjadi masalah. "Saya pikir kecepatan kami cukup kuat di FP1 pada long run dengan ban medium, jadi kami tahu mobil balapan kami bagus. Namun, di kualifikasi kami sedikit kurang. Saya tadinya berharap bisa naik posisi di awal balapan, bukan di akhir dengan ban lunak ini, tapi ya, balapan yang cukup bagus," ungkapnya.

Leclerc menilai bahwa kualifikasi adalah kelemahan yang tidak bisa diperbaiki hanya dalam satu akhir pekan di Zandvoort. Dengan karakter sirkuit yang sempit dan sulit untuk menyalip, posisi start sangat krusial, dan Ferrari harus mencari cara untuk meningkatkan performa satu lapnya jika ingin bersaing di depan.