Pandeglang, Nusantara Media — Semangat kemanunggalan TNI bersama masyarakat kembali ditunjukkan di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Demi memastikan percepatan pembangunan fasilitas umum yang berdampak langsung pada kehidupan warga, prajurit TNI dari Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang rela bekerja keras menggenjot pembangunan infrastruktur hingga larut malam.
Pengerjaan yang difokuskan pada pengecoran jalan dan perbaikan Jembatan Garuda di Kampung Karangjongkeng, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang ini dipimpin langsung oleh Danramil 0116/Cikeusik, Kapten Inf Purgiarto. Di bawah penerangan lampu seadanya, tampak suasana kebersamaan dan gotong royong yang erat antara personel militer dan warga lokal yang bahu-membahu meratakan material cor semen.
Jembatan Garuda dan jalan sambungannya ini memiliki peran yang amat strategis bagi masyarakat setempat. Jalur ini merupakan satu-satunya sarana transportasi penghubung utama antara Desa Rancaseneng dan Desa Sukaseneng di Kecamatan Cikeusik.
Sebelum dilakukannya perbaikan dan pengecoran ini, kondisi jalan serta jembatan kerap memprihatinkan, terutama saat curah hujan tinggi. Luapan air sungai yang melimpah kerap memicu banjir dan menggenangi kawasan sekitar, sehingga melumpuhkan total arus lalu lintas.
Dampak luapan banjir tidak hanya menghambat rantai pasok dan distribusi hasil pertanian warga yang menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi juga menjadi kendala besar bagi sektor pendidikan. Anak-anak sekolah di wilayah tersebut sering kali terisolasi dan tidak bisa pergi menuntut ilmu akibat akses jalan yang berbahaya dan tidak layak dilalui saat banjir menerjang.
Menanggapi pengerjaan marathon yang dilakukan hingga malam hari tersebut, Danramil 0116/Cikeusik, Kapten Inf Purgiarto, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna mempercepat penyelesaian proyek agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga secara luas. Kendati demikian, ia memastikan bahwa faktor kualitas dan keamanan bangunan tidak akan dikorbankan demi mengejar waktu.
"Percepatan pengerjaan jalan dan Jembatan Garuda ini memang sengaja kita kejar hingga malam hari agar target penyelesaian bisa tercapai tepat waktu. Namun, kami menekankan kepada seluruh prajurit dan warga di lapangan bahwa kualitas bangunan tetap menjadi prioritas paling utama," ujar Kapten Inf Purgiarto di lokasi kegiatan.
Baca Juga Polda Banten Gelar Bakti Kesehatan dan SIM Keliling Gratis di Bayah LebakIa menambahkan, konstruksi jembatan dan jalan cor ini harus dikerjakan dengan presisi tinggi agar hasilnya benar-benar kokoh, aman dilalui kendaraan, serta memiliki ketahanan jangka panjang terhadap ancaman cuaca ekstrem.
"Kita ingin jembatan ini berdiri kuat dan bertahan lama, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya dalam jangka waktu yang panjang tanpa perlu khawatir lagi akan bahaya banjir yang mengintai setiap musim hujan," tambahnya.
Kehadiran prajurit TNI di lapangan hingga larut malam tidak hanya mempercepat proses fisik pembangunan, tetapi juga menyuntikkan semangat moral bagi warga Kampung Karangjongkeng. Budaya gotong royong yang belakangan ini kerap terkikis, tampak kembali hidup dan membara dalam aksi swadaya bersama ini.
Dengan rampungnya pengecoran Jembatan Garuda dan jalan akses penghubung tersebut, masyarakat Desa Rancaseneng dan Desa Sukaseneng kini menaruh harapan besar. Mobilisasi warga, transportasi hasil bumi, serta akses transportasi anak-anak menuju sekolah dipastikan akan jauh lebih lancar, aman, dan bebas dari ancaman banjir yang selama ini menjadi momok rutin warga Kecamatan Cikeusik.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!