Lando Norris tidak main-main saat menyoroti kelemahan McLaren di tikungan kecepatan rendah. Setelah sprint race GP Belanda di Zandvoort, ia menyebut performa timnya "nowhere near good enough" untuk bisa bersaing merebut kemenangan.

McLaren datang ke sirkuit dekat pantai itu dengan paket upgrade terbaru yang berfokus pada bagian belakang mobil, termasuk rakitan sayap belakang baru. Ini adalah kelanjutan dari kemajuan yang mereka raih lewat kemenangan di Hungaria. Indikasi awal menunjukkan upgrade bekerja seperti yang diharapkan, dengan Lando Norris dan Oscar Piastri bersaing ketat di sesi kualifikasi sprint. George Russell memang mengalahkan keduanya dengan selisih kurang dari sepersepuluh detik, tetapi McLaren terlihat percaya diri.

Namun, di balapan sprint yang berlangsung 24 lap itu, Norris justru langsung berada dalam tekanan dari Charles Leclerc. Pembalap Ferrari itu menjadi satu-satunya dari barisan depan yang memakai ban lunak, sementara yang lain menggunakan ban medium. Yang menarik, Leclerc tidak kehilangan performa di akhir balapan, malah terus meningkatkan tekanan hingga berhasil menyalip Norris pada lap ke-18.

- Advertisement -
Advertisement

McLaren kini menghadapi masalah serius: degradasi ban belakang yang lebih buruk dibandingkan rival, bahkan saat melawan mobil yang memakai ban lebih rapuh. Ini menjadi perhatian utama tim asal Woking menjelang kualifikasi sore nanti. Mereka masih punya satu kesempatan untuk mengubah setelan mobil.

Andrea Stella, prinsipal tim, mengakui bahwa performa mobil ini lebih baik di satu lap dibandingkan dalam balapan panjang. "Kami kehilangan performa karena degradasi ban belakang, dan ada juga performa kecepatan rendah yang perlu ditingkatkan," ujarnya. Ia juga menyebut bahwa masalah tersebut mungkin terkait dengan setelan mobil dan gaya balap, bukan hanya kompon ban.

Baca Juga Lewis Hamilton, Alonso, dan Antonelli Start dari Pit-Lane di F1 Spa 2025

Norris sendiri terdengar frustrasi. "Saya tidak punya kecepatan, terutama di tikungan kecepatan rendah," katanya. "Kami sangat kesulitan dibandingkan yang lain. Mobil ini sangat baik di kecepatan tinggi, tapi tidak cukup baik untuk kecepatan rendah. Jadi sulit untuk mengimbangi. Kami tidak bisa memaksakan diri di kecepatan tinggi saat balapan, sehingga tidak bisa mengoptimalkan keunggulan kami."

Ia juga menambahkan bahwa masalah ini sebenarnya sudah terlihat sejak Hungaria, di mana McLaren sangat kuat di tikungan cepat tapi buruk di tikungan lambat. "Kami masih bisa menang di sana, tapi di sini ada lebih banyak tikungan yang sangat lambat. Jadi tidak mengejutkan," pungkasnya.