Setelah berbulan-bulan menyita perhatian publik menjelang debut perdana mereka di ajang balap mobil bergengsi, skuad Cadillac justru harus menghadapi kenyataan pahit tanpa raihan satu poin pun sepanjang musim F1 2026. Di tengah perjuangan berat tersebut, akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat justru diwarnai oleh badai rumor liar yang mengarah langsung pada masa depan para pembalap mereka. Tekanan besar kini mulai dirasakan oleh Valtteri Bottas, yang santer dikabarkan bakal segera kehilangan kursi balapnya untuk musim kompetisi 2027 mendatang.

Spekulasi kepindahan dan pergantian susunan pembalap ini semakin menguat setelah petinggi tim memberikan tanggapan terbuka mengenai situasi internal mereka. Berdasarkan pernyataan dari CEO Cadillac, Dan Towriss, sosok potensial yang digadang-gadang mampu menjadi pengganti ideal bagi Bottas tidak lain adalah bintang asal Amerika Serikat, Colton Herta. Situasi ini tentu menjadi sorotan tajam mengingat ambisi besar tim asal Amerika tersebut untuk tampil kompetitif di kasta tertinggi balap open-wheel.

Rangkaian akhir pekan di Grand Prix Amerika Serikat sebenarnya disambut dengan antusiasme luar biasa oleh Cadillac yang tampil all-out di kandang sendiri. Berbagai persiapan khusus mulai dari livery spesial, atribut topi cowboy bagi para kru, hingga acara interaktif bersama para penggemar pada Jumat malam telah digelar meriah. Sayangnya, kemeriahan di luar lintasan tidak sejalan dengan performa di atas trek pada hari Minggu. Valtteri Bottas terpaksa harus memarkirkan kendaraannya lebih awal karena gagal finis, sementara rekan setimnya, Sergio Perez, hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-19 sebagai pembalap terakhir yang menyentuh garis akhir.

- Advertisement -
Advertisement

Titik balik rumor pencoretan Bottas ini berawal dari komentar yang dilontarkan oleh Prinsipal Tim Marcin Budkowski dalam sesi konferensi pers resmi akhir pekan lalu. Ketika mendapat pertanyaan seputar opsi masa depan susunan pembalap untuk musim 2027, Budkowski memberikan jawaban diplomatis namun mengindikasikan adanya ketertarikan dari banyak pihak luar. Ia menyatakan, "Sebagai seorang prinsipal tim, dan saya yakin hal yang sama juga dirasakan oleh rekan-rekan saya, Anda pasti mendapat telepon serta kontak dari setiap pembalap atau manajer pembalap yang sedang berada di bursa transfer."

Budkowski menambahkan lebih lanjut bahwa komunikasi intensif memang tidak bisa dihindari dalam industri seketat Formula 1. "Jadi, ada sejumlah pembalap dan manajer yang telah menghubungi saya. Saya tidak akan membeberkan siapa mereka atau bukan, tetapi hampir semuanya yang ada di bursa transfer telah menjalin kontak, seperti yang sudah bisa Anda duga. Namun ya, saya rasa tempat ini adalah lokasi terakhir, seperti yang dapat Anda bayangkan, di mana saya akan mengomunikasikan apa pun tentang susunan pembalap. Departemen pemasaran dan komunikasi saya pasti akan menghukum saya jika saya melakukan itu!"

Ketika dicecar secara langsung mengenai kepastian kontrak jangka panjang Bottas dan Perez untuk tahun 2027, Budkowski memilih untuk tetap bungkam dan menjaga kerahasiaan dapur pacu manajemen timnya. Ia menegaskan bahwa ranah kontrak profesional bukanlah sesuatu yang layak diumbar sembarangan di hadapan media massa. "Ini adalah tempat terakhir di mana saya akan mengomentari kontrak pembalap, dan secara umum, saya pikir itu bukan sesuatu yang lazim dilakukan di depan awak media. Itu adalah sesuatu yang nantinya akan diumumkan melalui rilis resmi dari pihak tim pada saat yang dinilai paling tepat," ungkap Budkowski.

Baca Juga Hamilton Ungguli Verstappen di Latihan Bebas GP AS

Meskipun pihak manajemen memilih berhati-hati, dinamika internal menunjukkan bahwa Sergio Perez diprediksi masih aman berkat proses kontrak yang sedang berjalan di balik layar. Kondisi tersebut secara otomatis menempatkan Valtteri Bottas dalam posisi paling rentan sebagai pihak yang terancam tersingkir pada 2027. Menanggapi situasi pelik ini, CEO Cadillac Dan Towriss secara blak-blakan membuka peluang lebar bagi talenta muda berbakat untuk masuk menggantikan posisi pembalap asal Finlandia tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama SiriusXM di grid sebelum balapan dimulai, Towriss memberikan penjelasan transparan mengenai evaluasi performa yang sedang berjalan. "Saya rasa dalam beberapa pekan ke depan kami akan bisa berbicara lebih banyak tentang apa yang sedang kami lakukan terkait para pembalap. Jelas kami memiliki Checo dan Valtteri dalam ikatan kontrak, kami sangat menyukai apa yang mereka kerjakan. Jelas Valtteri sempat melewati beberapa balapan di mana catatan waktu kecepatannya berada di bawah standar, jadi kami sedang membicarakan hal itu, dan kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujar Towriss.

Ketika ditanya secara spesifik apakah komentar tersebut menyiratkan peluang nyata bagi Colton Herta untuk mencicipi atmosfer balap Formula 1 bersama timnya, Towriss memberikan jawaban singkat yang penuh makna. Tanpa ragu, ia menegaskan, "Ya, selalu ada peluang untuk itu." Pernyataan tegas ini langsung memicu gelombang spekulasi baru di paddock, menjadikan bursa transfer pembalap F1 musim depan semakin menarik untuk disimak.

Cadillac F1 Team di GP Amerika Serikat
Tim Cadillac saat menjalani akhir pekan balapan di Formula 1.