Federasi Automotif Internasional atau FIA kini tengah merancang sebuah transformasi besar yang akan mengubah total jalannya ajang Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship mulai tahun 2027 mendatang. Musim-musim sebelumnya, mayoritas putaran reli dunia selalu mengikuti jadwal konvensional yang berjalan ketat dari hari Kamis hingga Minggu tanpa banyak ruang penyesuaian. Namun, kesuksesan uji coba inovatif pada musim lalu membuka lembaran baru bagi masa depan olahraga balap mobil lintas alam ini. Melalui evaluasi mendalam terhadap berbagai masukan dari tim, penyelenggara, serta para pecinta kecepatan, otoritas tertinggi balap motor dunia tersebut bertekad untuk menyajikan format yang jauh lebih efisien, padat, dan ramah penonton.
Gagasan pembaruan ini berakar dari eksperimen sukses yang diterapkan pada Rally Estonia, di mana pihak penyelenggara sukses menguji format yang jauh lebih ringkas dengan durasi kompetisi murni selama kurang lebih 50 jam saja. Meskipun jarak total kompetisi tetap dipertahankan pada kisaran standar 300 kilometer, struktur penjadwalan keseluruhan dirombak secara drastis agar para peserta dan kru tim dapat tiba di kota tuan rumah Tartu jauh lebih lambat dari biasanya. Perubahan cerdas ini menggeser agenda survei rute atau recce ke hari Rabu dan Kamis, sementara sesi shakedown krusial dilangsungkan pada Jumat pagi. Enam etape menegangkan kemudian langsung digeber sepanjang Jumat siang hingga malam hari, dengan diselingi satu kali kesempatan krusial untuk penggantian ban demi menjaga performa optimal kendaraan di lintasan.
Ketatnya regulasi keselamatan dari FIA yang mewajibkan adanya masa istirahat minimal sepuluh jam di antara hari-hari kompetisi membuat aksi hari Sabtu harus dimulai sedikit lebih siang dari jadwal biasa. Meski demikian, rangkaian hari Sabtu tetap menyajikan sembilan etape penuh drama yang menguji ketahanan fisik pereli dan keandalan mesin mobil hingga larut malam. Memasuki hari Minggu, panggung penutup menampilkan etape Kaariku sejauh 24,39 kilometer yang dilibas sebanyak dua kali oleh para peserta. Etape pembuka di hari terakhir tersebut bahkan baru dimulai pada pukul 11 siang, atau sekitar dua setengah jam lebih lambat jika dibandingkan dengan jadwal pagi buta pada hari penutupan Reli Akropolis Yunani.
Keberhasilan penerapan format revolusioner di Estonia ini dimungkinkan karena letak geografis etape-etape perlombaan yang berada jauh lebih dekat dengan taman servis jika dibandingkan dengan mayoritas seri reli lainnya di kalender internasional. Uji coba tersebut kini resmi dijadikan sebagai cetak biru model ideal yang bisa diadopsi oleh event-event serupa di masa depan demi efisiensi logistik dan anggaran tim. Emilia Abel selaku direktur departemen olahraga jalan raya FIA mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki visi jangka panjang untuk meningkatkan jumlah ajang yang mengadopsi format ringkas ini secara bertahap dari tahun ke tahun tanpa mengorbankan esensi kompetisi reli itu sendiri.
Baca Juga Masa Depan Korhonen Belum Pasti Usai Musim Gemilang di WRC2Menanggapi pertanyaan seberapa cepat transisi ini akan terjadi pada kalender kejuaraan terdekat, Emilia Abel memberikan penjelasan terperinci mengenai tenggat waktu administratif yang harus dipatuhi oleh setiap panitia penyelenggara lokal. "Saya rasa masih terlalu dini untuk menanyakan pertanyaan ini karena para penyelenggara diwajibkan untuk menyerahkan jadwal perjalanan mereka enam bulan sebelumnya. Jadi masih terlalu dini untuk mengatakan apa pun tentang paruh kedua kalender," ujar Emilia Abel. Meski demikian, ia menegaskan komitmen penuh otoritas balap dunia bersama promotor reli untuk terus mendorong inovasi ini secara konsisten ke depannya.
Target ambisius telah dicanangkan di mana sekitar 25 persen dari total keseluruhan event reli dunia dijadwalkan sudah beralih menggunakan format baru yang lebih padat ini pada musim 2027. Angka persentase tersebut diproyeksikan akan terus merangkak naik secara signifikan pada musim-musim berikutnya, khususnya pada tahun 2028 seiring dengan evaluasi menyeluruh dari penerapan awal. Di sisi lain, otoritas tertinggi balap mobil ini tetap bersikap fleksibel dan terbuka lebar terhadap segala proposal maupun gagasan modifikasi format yang diajukan oleh pihak penyelenggara lokal di berbagai belahan dunia. "Pada saat yang sama, posisi kami adalah bahwa kami terbuka terhadap proposal apa pun untuk perubahan format. Kami akan meninjaunya satu per satu dan bertindak demi kepentingan terbaik kejuaraan," pungkas Emilia Abel menutup keterangan resminya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!