Lampung Selatan, Nusantara Media  – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, terus dipantau secara ketat. Pada akhir pekan ini, Minggu (30/8/2026), gunung api yang memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut kembali menunjukkan pergerakan magma yang cukup intens.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api terkini yang disusun oleh petugas pos pengamatan, Anggi Nuryo Saputro, untuk periode pengamatan pukul 12:00 hingga 18:00 WIB, tercatat adanya puluhan aktivitas kegempaan yang mengindikasikan gejolak di dalam perut bumi. Oleh karena itu, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau secara resmi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.

Pemantauan instrumental dari stasiun seismik mendeteksi berbagai jenis gempa vulkanik dalam durasi enam jam pengamatan tersebut. Berikut adalah rincian gempa yang terekam:

- Advertisement -
Advertisement

Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat sebanyak 38 kali kejadian (Amplitudo: 5-27 mm, S-P: 0 detik, Durasi: 5-17 detik). Tingginya jumlah gempa fase banyak ini menandakan adanya proses pembentukan dan pergerakan kubah lava baru di dekat permukaan kawah.

Gempa Hembusan: Terjadi sebanyak 12 kali (Amplitudo: 4-13 mm, Durasi: 22-37 detik).

Gempa Low Frequency (Frekuensi Rendah): Terekam sebanyak 6 kali kejadian (Amplitudo: 5-12 mm, Durasi: 10-12 detik).

Tremor Menerus (Microtremor): Terus terekam dengan amplitudo berkisar antara 0.5 hingga 5 mm, dengan nilai dominan berada di angka 1 mm. Tremor yang tidak terputus ini merupakan sinyal nyata bahwa fluida magma masih terus bergerak menuju permukaan.

Baca Juga Tragedi Tenggelam di Curug Goong Pandeglang: Wisatawan Serang Berusia 34 Tahun Meninggal Saat Berlibur

Dari segi pengamatan visual, kondisi Gunung Anak Krakatau terlihat cukup jelas meski sesekali tertutup oleh kabut dengan tingkat ketebalan 0-III. Asap kawah utama terpantau keluar dengan warna putih hingga kelabu, berintensitas tipis hingga sedang. Ketinggian kolom asap dilaporkan mencapai 50 hingga 200 meter di atas puncak kawah, terbawa oleh hembusan angin.

Kondisi meteorologi di sekitar perairan Selat Sunda dilaporkan dalam keadaan cerah, berawan, hingga mendung. Angin terpantau bertiup lemah mengarah ke barat laut. Suhu udara di sekitar pos pengamatan berkisar pada 29.4 hingga 30.4 °C dengan tingkat kelembaban udara mencapai 64 hingga 70 persen. Meski aktivitas vulkanik sedang tinggi, laporan tersebut juga mencatat bahwa kondisi ombak laut di perairan Selat Sunda tetap tenang dan tidak menunjukkan anomali.

Menyikapi status Siaga Level III dan rentetan aktivitas kegempaan yang terekam, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi yang sangat tegas demi keselamatan publik.

Masyarakat setempat, wisatawan, pengunjung, maupun para pendaki dilarang keras untuk mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Jarak aman ini mutlak diperlukan mengingat potensi bahaya erupsi freatik maupun magmatik yang bisa terjadi secara tiba-tiba, serta ancaman material lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan gas beracun.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung Selatan diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh hoaks atau rumor yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pemantauan selama 24 jam terus dilakukan guna memastikan setiap perubahan aktivitas dapat segera diinformasikan kepada publik.