Pandeglang, Nusantara Media – Insiden kebakaran lahan dan semak belukar kembali terjadi dan menggegerkan warga setempat. Kali ini, si jago merah melahap lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Cigeulis-Sumur, berlokasi di Kampung Cipenyu, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu malam (23/8/2026).
Berdasarkan informasi dan kronologis yang dihimpun di lapangan, kobaran api pertama kali disadari oleh warga masyarakat sekitar pada pukul 20.00 WIB. Melihat api yang mulai membesar dan dengan cepat melahap pepohonan, ilalang, serta semak belukar, warga yang panik langsung berinisiatif menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan melaporkan insiden ini ke Polsek Cigeulis.
Laporan kepolisian masuk ke piket Polsek Cigeulis pada pukul 21.35 WIB. Merespons laporan saksi mata di lokasi kejadian, yakni Iyat (49) dan Dede Parman (42), jajaran personel Polsek Cigeulis langsung diterjunkan. Tim yang terdiri dari Aiptu Harwoko, S.H. (BA Bhabinkamtibmas), Bripka Yana Suryana (Ps. KSPK III), dan Brigadir M. Iqbal Tawakal, S.H. (BA Reskrim) bergegas mendatangi tempat kejadian perkara (locus delicti) untuk melakukan pengamanan area sekaligus proses penyelidikan awal.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis di tengah gelapnya malam. Mengingat lokasi kebakaran berada di pinggir jalan raya utama penghubung Cigeulis-Sumur, kepulan asap dan kobaran api sempat menjadi tontonan sekaligus kekhawatiran bagi para pengguna jalan yang melintas.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api sejak pukul 21.00 WIB. Mereka tidak berjuang sendirian. Upaya pemadaman ini turut dibantu secara gotong royong oleh warga masyarakat sekitar yang ikut menyiramkan air menggunakan alat seadanya guna mencegah api merambat lebih luas ke permukiman. Berkat kesigapan tim gabungan tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan dan dipadamkan secara total pada pukul 22.30 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian, peristiwa kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia.
Baca Juga Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Masih Siaga, PVMBG Catat Gempa Low Frekuensi dan Hybrid"Diduga peristiwa tersebut terjadi dikarenakan adanya seseorang yang tanpa sengaja membuang puntung rokok. Bara dari puntung rokok tersebut memicu terpantiknya dedaunan dan ranting kering di lokasi, mengakibatkan timbulnya api kecil yang kemudian merambat menjadi cukup besar," tulis laporan kepolisian setempat.
Kondisi vegetasi yang mengering membuat api dengan mudah meluas, hingga berdampak pada sekitar 2 hektare lahan dengan tingkat kerusakan mencapai 60 persen. Beruntungnya, pihak kepolisian memastikan insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa (nihil). Selain itu, kerugian materil berupa bangunan atau properti warga juga dinyatakan nihil, mengingat objek yang terbakar murni berupa lahan kosong berisi pepohonan dan ilalang liar.
Mengaca pada kejadian ini, aparat kepolisian mengimbau masyarakat luas serta para pengguna jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ke area semak atau hutan. Tindakan sepele tersebut nyatanya berpotensi memicu bencana kebakaran lingkungan yang merugikan banyak pihak.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!