Pandeglang, Nusantara Media — Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengamuk di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kali ini, si jago merah melahap area hutan dan semak belukar yang berada persis di pinggir jalan raya lintas pariwisata.
Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Jalan Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Tanjung Lesung menuju arah Sumur pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan dari video amatir yang direkam oleh warga setempat di lokasi kejadian, kobaran api berwarna jingga kemerahan tampak sangat mengerikan membelah kegelapan malam. Api terpantau dengan cepat merambat dari satu pohon ke pohon lainnya, melahap vegetasi kering yang berada di kawasan tersebut.
Kondisi malam hari yang disertai hembusan angin membuat upaya pemantauan dan pemadaman secara mandiri oleh warga menjadi sangat sulit. Dalam rekaman yang diterima redaksi, terdengar suara saksi mata di lokasi yang menyatakan kekhawatirannya.
"Asapnya penuh, api semakin membesar," ujar seorang pria dalam rekaman video tersebut saat memantau pergerakan api dari pinggir jalan.
Tebalnya kepulan asap yang dihasilkan dari pembakaran material organik ini sangat berpotensi mengganggu jarak pandang (visibilitas) para pengendara roda dua maupun roda empat yang kebetulan sedang melintas di jalur vital penghubung kawasan Tanjung Lesung dan Sumur tersebut.
Terkait pemicu awal munculnya titik api, hingga saat ini belum ada kepastian. Salah seorang warga kampung setempat yang berada di sekitar lokasi, yang dalam rekaman disebut sebagai Pak Endes, menuturkan bahwa masyarakat sekitar juga kebingungan mengenai asal mula api tersebut.
"Menurut keterangan warga setempat, setelah terjadi kebakaran ini, penyebab asalnya (api) belum ketahuan," ungkap perekam video di tempat kejadian perkara.
Baca Juga Pencurian Mobil di Jalan Turi Tambun Utara, Ibu Muda Histeris Gendong BayiBelum diketahui secara pasti apakah insiden ini murni disebabkan oleh faktor alam akibat gesekan ranting kering di musim kemarau, atau akibat faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Jalan Raya Tanjung Lesung - Sumur bukanlah jalan biasa, melainkan urat nadi transportasi menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung dan juga jalur utama menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Terjadinya kebakaran hutan di titik ini tentu menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, tidak hanya bagi keselamatan warga Desa Banyuasih, tetapi juga bagi stabilitas sektor pariwisata daerah.
Warga sangat berharap pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Pemadam Kebakaran (Damkar), serta unsur TNI/Polri setempat segera menerjunkan armada dan personel ke lokasi kejadian malam ini juga. Tindakan cepat (respons darurat) mutlak diperlukan untuk melokalisir titik api agar tidak terus meluas dan merambat mendekati area pemukiman padat penduduk.
Masyarakat yang hendak melintasi jalur Tanjung Lesung - Sumur pada malam hari ini diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan akibat pekatnya asap dan panasnya suhu di sekitar jalan raya.
(Berita ini akan terus diperbarui seiring dengan masuknya informasi terbaru dari lokasi kejadian).
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!