Menjelang rangkaian akhir pekan balap yang krusial, Kimi Antonelli dikabarkan harus absen dari kewajiban tradisional hari media pada Kamis akibat terserang penyakit virus. Tim Mercedes memutuskan untuk membebaskan pembalap muda berbakat tersebut dari seluruh agenda publik agar ia dapat beristirahat secara optimal sebelum sesi latihan bebas dimulai pada hari Jumat. Pihak tim memastikan bahwa kondisi ini tidak akan membahayakan keikutsertaannya di atas lintasan sepanjang akhir pekan.

Di tengah pemulihannya, pembalap berusia 20 tahun ini berada di ambang sejarah besar untuk mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1. Menariknya, ia membalap akhir pekan ini dengan menggunakan nomor 12, angka legendaris yang juga mengantar Niki Lauda meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Ferrari pada tahun 1975, serta Ayrton Senna bersama McLaren pada tahun 1988.

Meskipun status juara dunia memberikan hak istimewa bagi Antonelli untuk mengenakan nomor start 1 pada musim Grand Prix 2027 mendatang, sang pembalap asal Bologna tersebut menyatakan preferensinya untuk tetap mempertahankan nomor 12. Dalam berbagai wawancara, ia menegaskan niatnya untuk terus menggunakan nomor ikonik tersebut, meski keputusan akhir dari pihak manajemen Silver Arrows terkait absennya nomor 1 sang juara dunia masih menjadi tanda tanya tersendiri.

- Advertisement -
Advertisement

Situasi semacam ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi skuad pabrikan asal Brackley tersebut. Sebelumnya, Lewis Hamilton juga pernah bertahun-tahun menolak menggunakan nomor 1 demi mempertahankan nomor kebanggaannya, yaitu 44, dengan alasan bahwa nomor tersebut memiliki sejarah personal yang jauh lebih mendalam dibandingkan simbol supremasi juara dunia.

Baca Juga Red Bull Ungkap Alasan Masalah Radio dan Start Belum Tuntas

Sejarah Formula 1 sendiri mencatat beberapa pengecualian serupa di mana grid balap tidak menampilkan nomor 1. Mulai dari absennya sang juara bertahan dari kejuaraan hingga preferensi pribadi pembalap seperti Emerson Fittipaldi di masa lalu, tradisi penggunaan nomor start telah melalui berbagai evolusi yang kaya akan cerita statistik mendalam sejak tahun 1950.