Akhir pekan Formula 1 di Grand Prix Amerika Serikat menyisakan catatan tersendiri bagi Red Bull Racing di balik podium yang diraih oleh Max Verstappen. Meskipun sang juara dunia mampu mengamankan posisi tiga besar yang menjadi batas maksimal performa mobil saat ini, suasana di garasi tim justru dipenuhi rasa frustrasi. Para petinggi tim mengakui bahwa kecepatan balap lawan terbukti sulit dikejar, namun kekecewaan terbesar justru lahir dari kegagalan memaksimalkan potensi paket mobil akibat kendala teknis yang berulang kali menghantui sepanjang musim.

Masalah tersebut meliputi keputusan strategi yang dipertanyakan oleh Verstappen, ketidakkonsistenan kinerja unit daya, hingga persoalan mendasar yang telah lama menjadi duri dalam daging, yakni buruknya performa saat start dan gangguan pada sistem komunikasi radio tim. Hal ini memicu kritik tajam dari Isack Hadjar di media pen usai balapan. Ia secara terbuka menyatakan keheranannya mengapa tim mampu menyelesaikan pekerjaan paling rumit di F1 tetapi justru kesulitan mengatasi hal-hal sepele.

"Saat ini, ini adalah hal-hal kecil yang tidak bisa kami lakukan. Saya memiliki radio yang buruk, saya bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dan setiap kali saya melepaskan kopling, itu menjadi mimpi buruk. Jika kami memperbaiki dua masalah ini, kami mungkin sudah berada di podium. Rasanya seperti kami dapat melakukan hal-hal yang paling sulit, tetapi kami tidak dapat melakukan hal-hal konyol," ujar Hadjar mengeluhkan situasi yang dihadapinya di atas lintasan.

- Advertisement -
Advertisement

Pernyataan tersebut merujuk pada keberhasilan luar biasa Red Bull dalam memangkas ketertinggalan performa yang sempat mencapai angka 1,2 detik per lap di awal musim. Membalikkan defisit sebesar itu tentu bukan perkara mudah dan membuktikan kapasitas teknik tim yang luar biasa. Kendati demikian, mengatasi kendala start dan menjaga stabilitas radio terbukti jauh lebih rumit dari perkiraan awal, memaksa manajemen tim untuk memetakan prioritas penyelesaian masalah secara terpisah.

Baca Juga Andrea Kimi Antonelli Ungkap Peran Besar Mercedes dan Ayahnya

Menanggapi keluhan tersebut, prinsipal tim menegaskan bahwa masalah radio merupakan prioritas mendesak yang harus segera diselesaikan sebelum musim ini berakhir. Kegagalan komunikasi di ruang kemudi dinilai sebagai hal yang tidak dapat diterima oleh tim sekelas Red Bull. Sementara itu, masalah start memerlukan pendekatan teknis yang jauh lebih dalam dan diperkirakan baru akan tuntas sepenuhnya pada musim kompetisi mendatang.

Red Bull Racing F1
Suasana garasi Red Bull Racing di paddock Formula 1.