Pekan balapan Lewis Hamilton di Circuit of the Americas diwarnai oleh kendala teknis yang menghambat potensinya untuk naik ke tangga podium Grand Prix Amerika Serikat. Finis di posisi keempat, pembalap asal Inggris tersebut harus mengakui keunggulan rival-rivalnya setelah tertinggal tipis hanya satu detik di belakang pembalap Red Bull, Max Verstappen, dalam duel sengit memperebutkan posisi tiga besar di Austin.

Sepanjang jalannya balapan hari Minggu tersebut, sang juara dunia tujuh kali terlihat kurang begitu nyaman di balik kemudi kendaraannya dibandingkan rekan setimnya di Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, yang sukses mengamankan podium kedua. Hamilton mengakui bahwa dirinya kesulitan untuk menyamai kecepatan para pembalap terdepan pada dua stint awal perlombaan akibat masalah keseimbangan yang cukup signifikan pada kuda besi SF-26 miliknya.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluangnya meraih podium seandainya tidak terganggu oleh intervensi Virtual Safety Car jelang akhir balapan, Hamilton memberikan jawaban reflektif. "Semua itu andai, bisa, dan seharusnya," ungkap pembalap berusia 41 tahun tersebut kepada para awak media setelah sesi balapan berakhir di sirkuit.

- Advertisement -
Advertisement

Ia menambahkan secara lebih mendalam mengenai akar permasalahan yang merusak ritme balapannya sejak awal lap. "Sejujurnya VSC itu tidak ideal, tetapi saya merasa balapan ini benar-benar hilang pada dua stint pertama. Saya kehilangan banyak waktu. Saya tidak bisa membelokkan mobil, terutama di tikungan lambat. Jadi di Tikungan 1, 11, 13, 15, understeer-nya sangat masif."

Akibat hambatan teknis tersebut, mobil-mobil di depannya mampu melaju kencang dan meninggalkan posisinya tanpa bisa perlawanan berarti. Hamilton terus berupaya melakukan penyesuaian pengaturan tombol di kokpit sepanjang lomba, dan keseimbangan mobil baru mulai membaik menjelang stint terakhir balapan yang krusial tersebut.

Baca Juga Oscar Piastri Gunakan Luka 2025 sebagai Motivasi 2026

Meskipun demikian, hasil finis di posisi keempat membawanya semakin mendekati perolehan poin mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dalam persaingan ketat posisi kedua kejuaraan dunia pembalap musim ini. Hamilton menyadari bahwa ia harus segera mengatasi masalah set-up yang kerap menghantuinya dalam beberapa balapan terakhir jika ingin keluar sebagai pemenang dalam perebutan posisi P2.

Dilansir dari Crash.net, sang pembalap senior menegaskan bahwa aspek pengaturan kendaraan menjadi faktor utama hilangnya pundi-pundi poin penting dalam lima seri pamungkas. "Saya kehilangan banyak poin dalam lima balapan terakhir dan saya pikir itu benar-benar berasal dari set-up. Hanya tidak menyempurnakan set-up dan itu adalah sesuatu yang harus benar-benar saya kuasai," pungkasnya menutup analisis akhir pekan di Amerika.