Sebuah insiden teknis yang bersumber dari kekeliruan manusia di ruang kendali FIA memicu polemik pada sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah mobil Formula 1 tidak mendapatkan suplai tenaga penuh ketika melakoni putaran penentuan di paruh pertama SQ1, yang kemudian memengaruhi tingkat keadilan kompetisi di atas lintasan Marina Bay.
Sesi kualifikasi sempat terhenti akibat bendera merah yang dikibarkan setelah pembalap Cadillac mengalami insiden patah sayap depan. Ketika sesi dilanjutkan dengan sisa waktu enam menit—durasi yang ideal untuk dua putaran cepat—perencanaan program lari setiap tim terganggu oleh pembatasan tenaga mesin yang tidak sesuai dengan protokol kualifikasi standar.
Sejumlah pembalap langsung menyuarakan kebingungan melalui saluran radio tim saat mereka masih berada di tengah putaran cepat. Mereka mendapati bahwa mobil hanya mengandalkan mode pengerahan tenaga balap normal, alih-alih menggunakan alokasi energi maksimal dan penyaluran tenaga agresif yang menjadi karakteristik sesi kualifikasi.
Pembalap Mercedes, George Russell, bahkan mendapatkan informasi langsung dari pit wall bahwa masalah tersebut bersumber dari pengaturan internal badan pengatur balapan. Kendala serupa juga dilaporkan dialami oleh kontestan lain di grid.
Pangkal persoalan bermula dari prosedur keselamatan ketika bendera merah berkibar, di mana mode menyalip yang mengizinkan pemanfaatan energi maksimal dinonaktifkan sementara. Kelalaian manusia di ruang kendali membuat fitur vital tersebut gagal diaktifkan kembali secara serentak saat trek dibuka.
Baca Juga Rosberg Sebut Strategi Ferrari Masalah Utama Usai MadridMeskipun pihak pengawas akhirnya menyadari kesalahan dan mengaktifkan mode tersebut selama 27 detik sebelum mematikannya kembali, ketimpangan di trek sudah terjadi. Sebagian pembalap sempat menikmati tambahan kecepatan di lurus, sementara yang lain melewatkannya bergantung pada posisi mereka saat itu.
Pihak pengatur perlombaan mengakui insiden ini berdampak pada performa kendaraan, meski mereka menilai hal tersebut tidak secara langsung mengubah daftar pembalap yang tersingkir di SQ1. Kendati demikian, protes keras datang dari para pembalap yang merasa dirugikan oleh inkonsistensi penanganan masalah teknis ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!