Jorge Martin menegaskan dirinya tidak pernah merasa menjadi favorit juara MotoGP 2026, meski telah memimpin klasemen selama lebih dari dua bulan. Pembalap Aprilia itu justru mengaku masih kehilangan kecepatan untuk bersaing di level tertinggi.
Pernyataan ini muncul jelang GP San Marino, di mana Martin menghadapi tekanan dari Marc Marquez yang baru saja memenangi GP Aragon dan memangkas jarak menjadi 19 poin. Sementara itu, rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, juga masih menjadi ancaman nyata setelah mendominasi awal musim.
“Saya rasa saya tidak pernah menjadi favorit. Saya tidak merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung meraih kemenangan setiap akhir pekan. Saya perlu terus meningkatkan diri,” ujar Martin dalam konferensi pers pra-acara GP San Marino.
Martin memang memimpin klasemen sejak GP Belanda Juni lalu, memanfaatkan serangkaian hasil buruk Bezzecchi yang sebelumnya menang empat dari tujuh balapan pembuka. Namun, keunggulannya kini tergerus oleh konsistensi Marquez yang kembali ke performa terbaik.
Baca Juga Acosta Menang Sprint Thailand Usai Penalti MarquezMenariknya, Martin adalah satu-satunya dari tiga penantang gelar yang belum pernah absen satu balapan pun musim ini, meski sempat diterpa cedera. Namun, ia mengakui performanya masih naik-turun dari satu sirkuit ke sirkuit lain. “Saya masih belum merasa 100 persen. Ada balapan di mana saya merasa sangat kuat, dan ada juga yang sulit. Saya perlu memahami fluktuasi ini jika ingin terus bersaing,” tambahnya.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Martin berharap beberapa sirkuit mendatang lebih bersahabat dengan karakter Aprilia. Ia pun bertekad terus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan kecepatan dari Marquez dan Bezzecchi. “Kami semua di sini untuk menang. Saya akan terus berusaha mengejar kecepatan mereka, tapi saya tahu ini tidak akan mudah,” tutupnya.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!