Dunia balap motor internasional dikejutkan oleh keputusan besar yang diambil oleh Jeffrey Buis. Perjalanan panjang dari seorang anak laki-laki dengan mimpi besar hingga menjelma menjadi juara dunia kini harus sampai pada garis akhir. Setelah mengarungi musim kompetisi Kejuaraan Dunia Sportbike 2026 yang dipenuhi dengan berbagai rintangan, cedera, serta ketidakberuntungan, pembalap asal Belanda tersebut secara resmi mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan dunia balap profesional. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era keemasan di ajang balap motor level menengah.

Nama Jeffrey Buis akan selamanya terukir abadi dalam sejarah Kejuaraan Dunia Supersport 300. Tidak ada pembalap lain di kategori tersebut yang mampu menyamai rekor kemenangan luar biasa yang telah ia torehkan. Dengan mengamankan gelar juara dunia pada musim 2020 dan sekali lagi pada musim 2023, ia mencatatkan namanya sebagai satu-satunya pembalap yang berhasil meraih dua titel juara dunia di kelas tersebut. Dominasi dan konsistensinya di atas lintasan telah menjadi tolok ukur bagi generasi pembalap muda yang bercita-cita menembus panggung dunia.

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, sang juara dunia menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan mendalam kepada semua pihak yang telah mendukungnya. "Jede Geschichte hat ein Ende. Nach Jahren, in denen ich Traumen hinterhergejagt bin, um jede Position gekampft und fur das nachste Rennen gelebt habe, ist die Zeit gekommen, dieses Kapitel zu schließen," ujar Buis. Ia menambahkan bahwa keputusan mengakhiri karier profesional ini diambil setelah melalui pertimbangan matang usai mengoleksi 18 kemenangan, 30 podium, serta dua gelar juara dunia yang sangat bergengsi.

- Advertisement -
Advertisement

Perjalanan karier Buis tentu tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Setelah sukses merengkuh gelar juara dunia pertamanya bersama MTM Kawasaki, ia sempat mencoba peruntungan di Kejuaraan Dunia Supersport pada musim 2022. Musim tersebut berjalan sangat sulit dan penuh tantangan berat. Namun, keputusan untuk kembali ke kategori yang lebih kecil tidak pernah ia sesali. Pada musim 2023, ia bangkit secara luar biasa dan kembali merajai klasemen akhir untuk merebut titel juara dunia keduanya yang sarat akan nilai historis.

Kenangan manis juga terukir ketika ia memutuskan pindah ke Team Freudenberg asal Jerman pada musim 2024, di mana ia beralih mengendarai mesin KTM. Bersama skuad asal Sachsen tersebut, ia tetap membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap papan atas dengan menyumbangkan enam kemenangan kejuaraan dunia. Ikatan emosional yang terjalin antara Buis dan tim pimpinan Carsten Freudenberg melampaui batas profesionalisme di atas lintasan, menciptakan hubungan kekeluargaan yang erat hingga akhir masa baktinya.

Baca Juga Skaife Kecam Blunder Bahan Bakar Fatal Team 18 di Bathurst

Carsten Freudenberg selaku pimpinan tim memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh pembalap andalannya tersebut. "Jeffrey ist der erfolgreichste WM-Pilot in der Geschichte unseres Teams. Mit sechs gemeinsamen WM-Siegen, seinem unbedingten Siegeswillen und seiner Leidenschaft hat er einen entscheidenden Beitrag dazu geleistet, Freudenberg KTM auf internationales WM-Spitzenniveau zu bringen," kenang pihak manajemen tim. Mereka menegaskan bahwa kenangan terbaik bukan hanya tentang trofi kemenangan, tetapi juga momen emosional yang dibagikan bersama.

Babak akhir perjalanan karier Buis diwarnai oleh keikutsertaannya di ajang Sportbike-WM bersama Suzuki pada musim 2026. Meskipun musim tersebut berjalan berat akibat berbagai kendala teknis dan fisik, ia sempat mempersembahkan momen magis di hadapan pendukungnya sendiri saat meraih kemenangan sensasional pada balapan hari Sabtu di Sirkuit Assen. Kini, setelah memberikan segalanya untuk olahraga yang dicintainya, sang legenda memilih untuk menutup buku babak balap profesionalnya dengan kepala tegak.