Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem berambisi untuk membawa kembali mesin V8 dan deru suara ikoniknya satu tahun lebih awal dari jadwal semula ke ajang balap Formula 1. Namun, rencana besar ini sangat bergantung pada perolehan dukungan dari para pabrikan untuk mempercepat transisi regulasi yang ditargetkan pada tahun 2030 mendatang.

Langkah ambisius ini muncul hanya berselang beberapa bulan setelah penerapan regulasi unit daya Formula 1 saat ini. Aturan yang berlaku sekarang telah memicu gelombang kritik tajam dari para pembalap maupun penggemar setia, yang kemudian memicu diskusi berkelanjutan mengenai siklus mesin masa depan ajang balap jet darat ini.

Meskipun rumor awal sempat mengarah pada tahun 2031 sebagai tahun kembalinya mesin V8, Federasi Automobil Internasional kini menargetkan suara legendaris tersebut bisa kembali menggema di lintasan pada musim 2030. Perubahan regulasi ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk merespons dinamika balap yang dikritik terlalu artifisial akibat ketergantungan yang masif pada tenaga listrik.

- Advertisement -
Advertisement

Sejak regulasi baru diterapkan, para pembalap terpaksa mengubah gaya membalap mereka secara drastis demi mengelola penyaluran tenaga listrik yang kini memegang peran sentral dalam pertarungan ketat di trek. Meskipun pembagian tersebut sempat menghasilkan peningkatan jumlah aksi menyusul, para pengkritik menilai sensasi balapan menjadi terasa kurang natural.

Menanggapi berbagai masukan dan penolakan keras terhadap rasio pembagian daya listrik dan termal 50/50, FIA sebelumnya telah sepakat untuk menyesuaikan rasio hibrida menjadi 58/42 pada tahun 2027, yang kemudian dilanjutkan ke angka 60/40 pada tahun 2028. Berbicara di sela-sela pengumuman resmi Grand Prix Rwanda, Mohammed Ben Sulayem memberikan jaminan kuat terkait masa depan regulasi mesin ini.

Baca Juga Jadwal Lengkap F1 Australia 2026 WIB, Race Minggu di Albert Park

"Saya optimis hal itu akan disetujui, karena jika tidak ada V8, mungkin kita akan melihat V16 jika mereka tidak mengambil opsi V8, dan mereka tahu itu," ungkap Ben Sulayem menegaskan posisi tawar dalam negosiasi regulasi tersebut dengan para pihak terkait.

Agar proposal percepatan ini dapat direalisasikan sebelum tahun 2031, sang presiden FIA wajib mengantongi dukungan penuh dari setidaknya empat dari enam pabrikan unit daya yang ada saat ini. Proses konsultasi intensif telah berjalan dan dokumen-dokumen penting telah diserahkan kepada para tim serta pabrikan mesin.

"Konsultasi telah dilakukan secara ekstensif. Dokumen-dokumen sudah berada di tangan para tim. Tim-tim sedang mempelajarinya. Para prinsipal tim, pabrikan unit daya. Kami bahkan telah berkonsultasi dengan seorang pembalap mengenai hal ini," tambahnya menjelaskan proses lobi yang sedang berjalan.