MotoGP, Nusantara Media - Pembalap Jack Miller melakukan perubahan signifikan jelang musim MotoGP 2026 dengan menurunkan berat badan hingga dua kilogram, sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa bersama Yamaha.
Langkah ini diambil di tengah tantangan besar yang dihadapi Yamaha, khususnya terkait kekurangan top speed pada motor V4 terbaru. Dalam konteks regulasi MotoGP yang hanya menetapkan batas minimum berat motor tanpa menggabungkan berat pembalap, penurunan massa tubuh menjadi salah satu cara untuk meningkatkan akselerasi dan efisiensi aerodinamika.
Miller mengonfirmasi bahwa program kebugaran barunya dimulai sejak akhir 2025 dengan pendekatan berbeda, baik dari sisi latihan maupun pola makan.
“Saya mulai bekerja dengan pelatih baru sejak Desember. Ini pendekatan yang berbeda, lebih konsisten dan lebih terkontrol,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan tidak bersifat ekstrem, namun lebih berfokus pada strategi latihan jangka panjang dan diet yang lebih bersih untuk menjaga kondisi fisik optimal sepanjang musim.
Penurunan berat badan ini juga membuat Miller kini memiliki bobot setara dengan Marc Marquez, yakni sekitar 64 kilogram, meskipun pembalap Australia tersebut memiliki tinggi badan lebih besar.
“Saya ingin berada dalam kondisi terbaik. Menurunkan berat badan sebanyak mungkin, seperti kembali ke Moto3, untuk membuat motor lebih cepat,” katanya.
Selain Miller, rekan sesama pembalap Yamaha seperti Fabio Quartararo juga terlihat mengalami perubahan fisik serupa selama pramusim, mengindikasikan pendekatan kolektif dalam mengoptimalkan performa melalui faktor fisik.
Namun, tantangan utama Yamaha tetap berada pada performa mesin. Dalam tes Buriram, seluruh pembalap Yamaha berada di bagian bawah catatan kecepatan maksimum, menegaskan perlunya peningkatan signifikan, terutama di lintasan dengan banyak trek lurus.
Miller sendiri mengakui bahwa seri pembuka di Thailand akan menjadi ujian berat bagi tim.
“Kami tahu trek ini akan sulit bagi kami karena banyak lintasan lurus panjang,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan optimisme terhadap arah pengembangan motor, dengan menyebut adanya rencana upgrade yang akan diperkenalkan secara bertahap, kemungkinan mulai dari fase awal musim Eropa.
Di sisi aerodinamika, Miller mengonfirmasi bahwa Yamaha telah memilih paket aero terbaru sebagai konfigurasi utama setelah hasil positif dari pengujian sebelumnya, sementara desain lama hanya digunakan sebagai cadangan.
Sementara itu, ia juga memberikan dukungan kepada rekan setim barunya di Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, yang masih beradaptasi dengan karakter motor dan ban MotoGP.
“Dia akan sampai ke sana. Ini proyek yang masih berkembang, dan saya mencoba membantu semaksimal mungkin,” ujar Miller.
Dengan kombinasi adaptasi teknis dan peningkatan fisik, Yamaha memasuki musim 2026 dengan pendekatan baru untuk mengejar ketertinggalan. Namun, efektivitas strategi ini baru akan terlihat saat balapan dimulai, dimulai dari seri pembuka di Buriram.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!