Pembalap muda penuh talenta Isack Hadjar akhirnya memberikan pengakuan terbuka jelang rangkaian seri balap Grand Prix Meksiko setelah sempat melontarkan kritik pedas terhadap timnya usai balapan di Austin. Pembalap asal Prancis tersebut menyadari bahwa reaksi yang ia tunjukkan usai Grand Prix Amerika Serikat lalu cenderung terlalu emosional, meskipun ia tetap bersikeras bahwa substansi dari argumen yang ia sampaikan mengenai kelemahan tim tetap berakar pada fakta yang valid di atas lintasan.
Kritik tersebut bermula ketika Red Bull dinilai gagal mengeksekusi strategi balapan dengan optimal, sebuah keluhan yang turut disuarakan oleh rekan setimnya yang mendunia. Kedua pembalap merasa dirugikan oleh pilihan strategi yang kurang fleksibel, ditambah dengan kendala teknis klasik yang terus menghantui skuad asal Milton Keynes tersebut sepanjang musim, yakni masalah komunikasi radio yang buruk serta performa start yang kerap bermasalah di awal perlombaan.
Dalam sesi wawancara di area media pen usai perlombaan hari Minggu di Texas, Hadjar secara terbuka meluapkan kekesalannya atas situasi yang ia hadapi di dalam kokpit. "Saya memiliki radio yang buruk, saya bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dan setiap kali saya melepaskan kopling, itu menjadi sebuah mimpi buruk," ujar Hadjar menggambarkan betapa kacaunya situasi teknis yang ia alami selama jalannya balapan akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, pembalap muda berbakat ini menambahkan bahwa kegagalan tim mengatasi hal-hal mendasar telah merugikan potensi hasil akhir mereka di atas lintasan. "Jika kami bisa memperbaiki dua masalah ini, kami mungkin sudah bisa naik podium. Rasanya kami mampu melakukan hal-hal yang paling sulit, tetapi kami tidak bisa melakukan hal-hal sepele yang mendasar," imbuhnya dengan nada penuh kekecewaan mendalam.
Menanggapi kehebohan pernyataannya tersebut saat hadir di hari media jelang GP Meksiko, Hadjar menyadari bahwa dirinya memiliki hak penuh untuk menyuarakan pendapat demi kemajuan bersama, mengingat manajemen tim sendiri menginginkan karakter pembalap yang jujur dan berpendirian. Namun, ia kini menyadari bahwa pemilihan kata dan cara penyampaiannya di depan publik mungkin kurang tepat dan bisa disikapi dengan cara yang lebih elegan.
Baca Juga Rival Tolak Usulan Williams untuk Reformasi Batas Biaya F1 2027"Saya tidak benar-benar berpikir panjang," ungkap Hadjar jujur kepada para jurnalis. "Kita memang harus jujur pada diri sendiri, tetapi ada hal-hal yang seharusnya saya simpan untuk diri saya sendiri. Saya tahu itu sekarang." Evaluasi internal yang mendalam pun telah dilakukan oleh skuad pimpinan Laurent Mekies sekembalinya mereka dari Texas untuk memperbaiki celah strategi.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!