Pandeglang, Nusantara Media – Kekhawatiran masyarakat dan pelaku wisata di kawasan Pantai Anyer-Carita kembali muncul. Banyaknya truk sumbu tiga atau lebih yang masih melintas di jalur wisata utama pada akhir pekan membuat suasana liburan menjadi tidak nyaman.

Padahal, Pemerintah Provinsi Banten telah menerbitkan surat edaran atau keputusan gubernur yang secara tegas melarang operasional mobil besar sumbu tiga ke atas di jalur wisata Anyer-Carita pada hari libur dan weekend. Larangan ini bertujuan melindungi kelancaran lalu lintas wisatawan serta menjaga kenyamanan sektor pariwisata unggulan Banten.

Salah seorang wisatawan asal Bogor yang tengah berkunjung ke Carita-Anyer mengeluhkan kondisi tersebut. “Banyak sekali kendaraan besar yang melintas, sangat mengganggu kelancaran perjalanan kami yang mau ke pantai. Macet di mana-mana, padahal ini jalur wisata,” ujarnya.

- Advertisement -

Keluhan ini mencerminkan keresahan banyak wisatawan lainnya. Jalur Anyer-Carita yang sempit dan padat saat weekend sering kali menjadi arena “perang” antara truk tambang/angkutan barang dengan mobil wisatawan. Akibatnya, waktu tempuh menjadi lebih lama, risiko kecelakaan meningkat, dan pengalaman berwisata pun terganggu.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar larangan tersebut. Pengawasan yang lebih ketat, razia rutin, serta rekayasa lalu lintas diperlukan agar surat edaran gubernur tidak hanya menjadi “macan kertas”.

Kawasan Anyer-Carita merupakan destinasi wisata favorit masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Keberadaan truk besar yang bandel dikhawatirkan dapat menurunkan minat wisatawan dan berdampak negatif terhadap perekonomian lokal.