Pandeglang, Nusantara Media  – Pantai Carita, salah satu primadona wisata di Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menjadi sorotan. Biasanya dikenal sebagai surga wisata dekat Jakarta dengan hamparan pasir putih halus, deretan pohon pantai rindang seperti Butun, Ketapang, Kapurancak, Pandan, dan Kelapa yang menciptakan suasana teduh serta ombak relatif tenang yang aman untuk berenang, pantai ini kini menghadapi tantangan lingkungan pasca libur Lebaran Idul Fitri 2026.


Menurut laporan masyarakat setempat, setelah gelombang besar wisatawan pulang usai libur Lebaran (Idul Fitri jatuh sekitar 21 Maret 2026), tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa arus laut menumpuk di sepanjang garis pantai. Kebersihan pantai yang biasanya dijaga pengelola dan warga lokal fluktuatif, kali ini semakin parah akibat volume sampah yang melonjak drastis selama puncak liburan.


Yang menarik, sebagian masyarakat justru melihat peluang di balik masalah tersebut. Dengan modal alat pengerukan sampah buatan mandiri, mereka menyisir tumpukan limbah tersebut mencari barang-barang berharga atau "harta karun" yang mungkin terbuang bersama sampah wisatawan. Aktivitas ini menjadi pemandangan unik di bibir pantai yang biasanya ramai untuk bersantai dan berfoto.

- Advertisement -


"Pantai Carita memang favorit karena dekat dari Jakarta, pohon-pohonnya rindang, pasirnya halus, dan ombaknya aman buat anak-anak berenang. Tapi pasca Lebaran tahun ini, sampahnya banyak sekali. Ada yang bilang lebih baik dimanfaatkan daripada dibiarkan menggunung," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.


Fenomena ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga mencerminkan dampak pariwisata massal terhadap ekosistem pantai. Upaya perawatan oleh pengelola lokal sering dilakukan, namun volume sampah pasca-liburan yang tinggi tetap menjadi tantangan tahunan.


Pihak terkait diharapkan segera meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat untuk menjaga keasrian Pantai Carita agar tetap menjadi destinasi unggulan Banten yang ramah lingkungan.