Pandeglang, Nusantara Media - mengguncang warga Kampung Cikadongdong, Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten Selatan. Banyak ibu-ibu rumah tangga melaporkan bahwa tabung gas LPG 3 kg mereka diduga telah disuntik atau dioplos, sehingga isi gasnya jauh lebih sedikit dari biasanya.
Menurut pengakuan para ibu rumah tangga saat dikonfirmasi media, selama ini satu tabung gas LPG biasanya bisa digunakan untuk 15 kali sesi memasak rutin sehari-hari. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, tabung yang sama hanya bertahan hanya 5 kali masak saja. “Ini sangat janggal dan jauh dari biasanya,” ujar salah seorang ibu warga setempat.
Kejadian ini sudah terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut, sehingga kecurigaan warga semakin kuat bahwa ada praktik penyuntikan gas LPG ilegal di wilayah tersebut. Para warga menduga ada oknum yang mengurangi isi gas subsidi sebelum tabung sampai ke tangan konsumen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat maupun Pertamina terkait dugaan ini. Warga berharap aparat segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam agar praktik curang yang merugikan masyarakat kecil ini segera terungkap dan pelakunya diproses hukum.
Kasus serupa penyuntikan atau pengoplosan gas LPG subsidi sebelumnya sering terungkap di wilayah Banten, yang biasanya melibatkan pangkalan atau oknum tidak bertanggung jawab yang memindahkan isi gas ke tabung non-subsidi untuk keuntungan pribadi.
Warga Kampung Cikadongdong dan Desa Katumbiri kini semakin was-was setiap kali membeli tabung gas LPG. Mereka meminta pemerintah dan pihak berwenang segera melakukan razia serta pengawasan ketat terhadap distribusi gas subsidi di wilayah Cigeulis, Banten Selatan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!