Akhir pekan balap Formula 1 di Sirkuit Interlagos menghadirkan tantangan berat bagi Lewis Hamilton setelah ia dipastikan harus memulai Grand Prix Brasil dari posisi paling buncit di barisan belakang grid. Keputusan pahit ini diambil menyusul kerusakan teknis serius yang memaksa tim melakukan pergantian komponen mesin lanjutan secara menyeluruh setelah sesi latihan bebas terakhir (FP3) mereda namun meninggalkan masalah mendalam pada kendaraan.
Sebelum sesi latihan bebas ketiga dimulai, pebalap asal Inggris tersebut bersama rekan setimnya di kubu Ferrari sejatinya telah mengambil mesin pembakaran internal baru untuk mengoptimalkan performa mobil mereka. Namun, situasi berubah drastis ketika Hamilton mengalami kendala teknis di tengah lintasan, di mana kepulan asap tiba-tiba mulai keluar dari bagian belakang mobil Ferrari yang dikendarainya, menciptakan kepanikan di garasi tim.
Dampak dari insiden tersebut memaksa para mekanik tim melakukan intervensi darurat dengan mengganti seluruh unit tenaga secara penuh sebelum sesi kualifikasi resmi dilangsungkan. Konsekuensi dari pergantian masif ini membuat sanksi awal yang semula berupa turun 10 posisi start harus direvisi menjadi penalti start dari barisan paling belakang grid demi mematuhi regulasi teknis kejuaraan dunia.
Dengan sanksi tambahan ini, Hamilton kini bergabung bersama Max Verstappen dan Sergio Perez dalam daftar pebalap yang terpaksa memulai balapan utama dari posisi paling buncit akibat akumulasi pergantian komponen mesin. Sementara itu, rekan setimnya tetap menghadapi sanksi penalti turun 10 posisi, dan pebalap Mercedes lainnya harus rela mundur lima grid dari posisi hasil kualifikasi mereka.
Baca Juga Lando Norris Ungguli FP3 GP Meksiko, Kubur Dominasi FerrariKarakteristik Sirkuit Interlagos yang dikenal memiliki banyak titik menyalip yang ideal sering kali dimanfaatkan oleh berbagai tim untuk mengambil risiko mengganti komponen mesin baru meskipun harus diganjar penalti grid. Sejarah mencatat bahwa sirkuit ini kerap menyajikan drama luar biasa, seperti aksi brilian pada musim-musim sebelumnya ketika para pebalap mampu bangkit dari barisan belakang untuk meraih kemenangan gemilang di atas lintasan basah maupun kering.
| Pebalap | Tim | Penalti Grid |
|---|---|---|
| George Russell | Mercedes | Turun 5 posisi |
| Charles Leclerc | Ferrari | Turun 10 posisi |
| Lewis Hamilton | Ferrari | Barisan paling belakang |
| Sergio Perez | Red Bull | Barisan paling belakang |
| Max Verstappen | Red Bull | Barisan paling belakang |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!