Lewis Hamilton angkat bicara soal narasi besar yang terus melekat padanya: bahwa ia dianggap gagal beradaptasi dengan era ground effect Formula 1. Pembalap asal Inggris itu menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, dengan menunjuk pada hasil-hasilnya yang masih lebih baik dibanding mayoritas pembalap lain di periode yang sama.

Dominasi Lewis Hamilton bersama Mercedes pada 2014 hingga 2020 memang luar biasa, dengan enam gelar dalam tujuh musim. Namun, era baru regulasi teknis pada 2022 menjadi titik balik. Saat itu, Mercedes tampil dengan konsep zero sidepod yang gagal menghasilkan downforce sesuai harapan, membuat mobil W13 sulit dikendalikan. Meski begitu, Hamilton tetap dinilai gagal menemukan performa konsisten, bahkan saat Mercedes mulai membaik.

Perjalanan kariernya semakin menantang ketika ia pindah ke Ferrari pada 2025. Sepanjang musim itu, ia harus mengakui keunggulan rekan setimnya, Charles Leclerc, yang sukses meraih tujuh podium sementara Hamilton pulang tanpa satu pun. Namun, musim 2026 menghadirkan perubahan besar. Dengan regulasi baru yang menghasilkan mobil lebih ringan dan lincah, Hamilton kembali memimpin perlawanan Ferrari di barisan depan.

- Advertisement -

Menurut Hamilton, mobil generasi sekarang justru lebih cocok dengan gaya balapnya. "Saya bisa mengendarainya sedikit lebih mirip dengan generasi mobil sebelumnya. Balapan yang saya menangkan di generasi sebelumnya, saya membalap persis seperti hari ini. Jadi, ada banyak pembicaraan bahwa generasi mobil itu tidak cocok untuk saya, tetapi saya tetap memenangkan lebih banyak balapan daripada kebanyakan pembalap lain pada periode itu," ujarnya.

Ia juga menyoroti perbedaan karakter mobil modern yang lebih mudah ditebak. "Mobil hari ini sedikit lebih mudah, lebih pemaaf, dan lebih ringan. Tidak ada bouncing. Soal throttle dan power application, itu butuh kerja keras dan penyetelan dengan para insinyur. Sebelumnya hanya soal drivability, sekarang drivability itu soal di mana tenaga disalurkan, dan itu berubah sepanjang waktu. Memahami efek dari setengah throttle, off-throttle, on-throttle, 10% off, itu mengubah penyaluran tenaga sepanjang lap. Memahami itu bahkan lebih krusial daripada sebelumnya," jelasnya.

Pernyataan Hamilton ini muncul di tengah kebangkitannya musim ini. Ia kini tampil konsisten di barisan depan, membuktikan bahwa kemampuannya tidak pernah hilang—hanya butuh mobil yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Pertarungan musim ini pun semakin menarik dengan nama Hamilton kembali diperhitungkan dalam perebutan gelar.