Sumenep, Nusantara Media – Fenomena gerhana bulan total alias blood moon akan menghiasi langit Sumenep pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan pertengahan Ramadan 1447 Hijriah. Momen langka ini dimulai sebelum waktu berbuka puasa hingga saat salat tarawih, menjadikan malam itu istimewa bagi masyarakat yang beribadah sambil menyaksikan Bulan berwarna merah temaram.
Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna, sehingga Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi terpantul membuat Bulan tampak merah atau disebut blood moon. Fenomena ini aman diamati dengan mata telanjang tanpa alat khusus, asal cuaca cerah.
Di Sumenep, Bulan sudah terbit dalam kondisi gerhana, sehingga masyarakat bisa menyaksikannya saat berbuka puasa (maghrib sekitar pukul 18.00-18.10 WIB) hingga salat tarawih.
Fenomena ini dapat diamati di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, jika langit cerah tanpa awan. BMKG menegaskan wilayah Indonesia bagian barat (WIB) mendapat pemandangan terbaik pada fase total.
Bertepatan dengan Ramadan 1447 H, gerhana ini menjadi pengingat kebesaran Sang Pencipta di tengah ibadah puasa. Ahmad Faidal dari Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Bimas Islam Kemenag Sumenep menjelaskan, proses gerhana berlangsung lama dan terlihat jelas, bahkan saat masyarakat berbuka bersama keluarga atau salat tarawih.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!