Periode sulit tengah melanda pembalap asal Inggris, George Russell, di ajang Formula 1 musim ini. Sejak kemenangan gemilang yang diraihnya pada Grand Prix Azerbaijan, performa sang pembalap mengalami tren negatif dan belum pernah mampu finis di posisi lima besar. Tantangan demi tantangan terus berdatangan, menguji mentalitas dan konsistensi dari sang bintang yang kini harus mencari jalan keluar secepatnya dari krisis performa tersebut.
Rangkaian hasil minor ini semakin diperparah oleh serangkaian insiden dan kendala teknis di seri-seri sebelumnya. Pada balapan di Malaysia, ia harus menderita karena kegagalan mesin yang terjadi pada fase-fase krusial menjelang akhir balapan. Tak berhenti sampai di situ, ia juga terpaksa puas hanya finis di posisi kesembilan pada Grand Prix Singapura setelah sebelumnya diganjar hukuman penalti turun posisi di grid start.
Harapan besar sejatinya sempat diapungkan oleh tim ketika menyambut seri balapan di Amerika Serikat. Namun, alih-alih menunjukkan kebangkitan, tidak ada tanda-tanda perbaikan berarti yang diperlihatkan oleh Russell sepanjang akhir pekan tersebut, hingga akhirnya ia harus puas mengakhiri balapan sebanyak 56 putaran di Sirkuit COTA tersebut hanya di peringkat kedelapan.
Lebih menyakitkan lagi, hasil finis kedelapan tersebut memaksa Russell menyaksikan sisi garasi Mercedes lainnya berpesta pora merayakan kemenangan. Rekan setimnya tampil luar biasa dan sukses merebut podium tertinggi, menciptakan kontras yang sangat tajam di dalam garasi tim panah perak tersebut dan semakin menyoroti kesulitan personal yang sedang dialami oleh sang pembalap.
Ketika berbicara kepada para awak media di penampungan media usai balapan, Russell tidak menutup-nutupi kekecewaannya dan secara blak-blakan menyebut bahwa kecepatan mobilnya di Circuit of the Americas sangatlah buruk. Hukuman penalti lima detik yang diterimanya pun kian memperparah situasi dengan merenggut beberapa posisi penting yang seharusnya bisa ia amankan.
"Kecepatan mobil sangat buruk hari tentu saja," ungkap Russell kepada Sky Sports dalam sebuah kutipan langsung yang menggambarkan rasa frustrasinya. "Itulah inti permasalahannya. Tentu saja, penalti lima detik tidak membantu keadaan dan mungkin merugikan saya kehilangan dua atau tiga posisi penting di lintasan."
Baca Juga McLaren Nilai Ferrari Tercepat di Zandvoort, Tapi Bisa TerjebakIa juga menambahkan dengan nada penyesalan yang mendalam bahwa masalah utamanya bukan sekadar penalti, melainkan performa dasar kendaraan yang memang jauh dari harapan. "Meskipun demikian, kecepatan kami memang sama sekali tidak cukup baik ketika kami benar-benar membutuhkannya di sepanjang lomba," tambahnya secara tegas.
Ketika disinggung oleh para jurnalis apakah dirinya masih mengalami kesulitan adaptasi terhadap paket pemutakhiran terbaru yang diperkenalkan oleh tim Mercedes, sang pembalap langsung menepisnya. Ia justru menegaskan bahwa masalah utamanya murni karena ia tidak memiliki kecepatan yang memadai saat turun ke lintasan balap.
"Hanya tidak cukup cepat, sejujurnya," jelas Russell saat merinci evaluasi performanya. "Saya perlu mencoba untuk memahami mengapa hal ini bisa terjadi, dan sangat aneh rasanya ketika Anda mendapati diri Anda begitu jauh tertinggal dari barisan depan."
Menutup sesi wawancara, ia berharap timnya bisa segera menemukan solusi teknis atas masalah misterius ini, meski ia sendiri belum dapat memastikan kapan titik terang akan didapatkan. "Jadi semoga kami bisa menemukan beberapa jawaban di suatu tempat, tetapi saya tidak tahu kapan itu akan terjadi," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!