Charles Leclerc tampil impresif dengan ban lunak di sprint race GP Belanda, membuat rival-rivalnya mulai angkat alis. Namun, performa kualifikasi yang kurang meyakinkan bisa membuat Ferrari gagal memanfaatkan keunggulan itu di balapan utama.

Ferrari tampil kuat di sprint Sabtu di Zandvoort, terutama lewat Charles Leclerc yang jauh lebih nyaman dengan arah set-up-nya dibanding rekan setimnya, Lewis Hamilton. Sebagai satu-satunya pembalap di barisan depan yang menyelesaikan sprint dengan ban lunak—bukan medium yang lebih awet—Leclerc bersabar hingga akhirnya melewati Norris untuk mengamankan posisi kedua di belakang pemenang George Russell.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, mengakui pilihan ban Leclerc terbilang "cukup ambisius", tapi tim pasti punya alasan kuat untuk percaya itu akan berhasil. Dan memang berhasil, karena Leclerc sukses menyalip Norris ketika pembalap McLaren itu kesulitan dengan degradasi ban belakang.

- Advertisement -
Advertisement

Kecepatan Leclerc dengan ban lunak tentu menjadi bahan pertimbangan para rival jelang balapan penuh. Namun menurut Stella, itu juga bisa menjadi indikasi bahwa mobil Ferrari SF-26 sebenarnya lebih kompetitif dalam kondisi balapan dibanding satu putaran kualifikasi.

"Saya pikir catatan waktu Ferrari di lap beruntun yang mereka tunjukkan di latihan pertama adalah yang terbaik," ujar Stella. "Dan mungkin di balapan, Leclerc masih yang tercepat. Saya tidak yakin apakah itu karena ban lunak atau memang mereka punya mobil tercepat dalam hal race pace."

"Jadi, semua tim akan mempelajari laju Leclerc dan berpikir: 'Apakah itu karena mobil mereka atau karena kami perlu mempertimbangkan sesuatu untuk strategi?'" tambahnya.

Baca Juga Liam Lawson Soroti Risiko SLM F1 2026 Sulit Dihindari

Ferrari tentu senang lebih cepat di balapan daripada satu lap, tapi dengan sirkuit Zandvoort yang sempit dan berliku, overtaking sangat sulit dilakukan. Hal ini membuat keunggulan tersebut tidak terlalu berarti akhir pekan ini.

"Kami mencoba membuat mobil secepat mungkin, tapi karakteristik kami sedikit lebih baik di balapan daripada kualifikasi," kata Leclerc, yang start dari posisi keenam, tertinggal 0,395 detik dari pole dan 0,064 detik di belakang Hamilton. "Saya lebih suka begitu daripada sebaliknya, tapi di sirkuit seperti ini, itu tidak membantu."

Dengan balapan yang diperkirakan hanya satu kali pit stop, masih harus dilihat apakah Ferrari bisa memanfaatkan keunggulan pace tersebut atau justru terjebak di belakang. Opsi utama mereka adalah start dengan ban lunak—kedua pembalap punya satu set baru yang disimpan—untuk menyerang di awal, lalu pit lebih cepat untuk memaksa lawan menjalani stint kedua yang panjang dengan ban keras, sekaligus mendapatkan posisi trek yang lebih baik.