Dunia balap Formula 1 tidak hanya tentang adu kecepatan di atas aspal lintasan, tetapi juga merambah ke ranah gaya hidup, fesyen, dan budaya di luar trek yang selalu menarik perhatian publik. Menjelang balapan akhir pekan di sirkuit Interlagos, perhatian para penonton dan juru kamera langsung tertuju pada Isabella Bernardini yang hadir dengan penampilan memukau. Pasangan dari pembalap Gabriel Bortoleto tersebut sukses mencuri perhatian di paddock Grand Prix Brasil berkat balutan busana rancangan khusus yang membawa sentuhan unik dari identitas tim.

Gaun istimewa tersebut merupakan hasil karya dari seorang desainer sekaligus pegiat daur ulang pakaian ternama, Fiona Roerig. Dalam proses pembuatannya, sang desainer bekerja sama secara langsung dengan pihak tim serta Bernardini untuk memadukan berbagai ide kreatif ke dalam satu desain busana yang eksklusif. Pakaian unik ini dirombak dan didaur ulang secara khusus dari koleksi istimewa Sampa Soul besutan adidas, sebuah rangkaian produk spesial yang sengaja diluncurkan oleh skuad asal Jerman tersebut khusus untuk menyambut balapan kandang sang pembalap muda di hadapan publik sendiri.

Dari segi estetika, palet warna gaun tersebut diambil langsung dari lini koleksi khusus itu, menampilkan kombinasi elegan antara warna hijau hutan yang pekat dengan sentuhan warna emas metalik yang berkilau. Tidak hanya berhenti pada pemilihan warna, detail sulaman pada gaun tersebut juga dirancang dengan teliti dengan mengambil inspirasi mendalam dari sejarah panjang kota Sao Paulo dalam bidang kerajinan tangan merajut dan seni menjahit. Sebagai bentuk dukungan personal yang manis, Bernardini juga menyematkan referensi khusus kepada sang kekasih dengan memasukkan nomor balap lima milik pembalap andalan tersebut ke dalam elemen desain gaunnya.

- Advertisement -
Advertisement

Kehadiran busana kreatif ini sontak memicu beragam respons positif dari para penggemar di berbagai platform media sosial, khususnya di situs X. Banyak pendukung yang terpesona dengan inovasi fesyen di paddock tersebut. "Merchandise yang sangat indah oleh Isabella! Dan tidak ada pendukung serta penggemar nomor satu yang lebih baik untuk anak laki-ega asal Brasil kita!" tulis salah satu komentar pengguna internet. Penggemar lainnya turut menambahkan pujian dengan menyatakan, "Ahh aku sangat menyukainya!! Dia terlihat sangat cantik. Kita sangat membutuhkan merchandise seperti ini!!" Sementara itu, komentar lain menyoroti inklusivitas yang dihadirkan, dengan mengatakan bahwa pendekatan tim terhadap hal ini sangatlah impresif.

Kendati suasana di luar lintasan dipenuhi oleh kehangatan dukungan fesyen dan apresiasi publik, situasi berbeda justru harus dihadapi oleh sang pembalap di atas lintasan balap. Pembalap masa depan tim yang berbasis di Jerman tersebut harus menerima kenyataan pahit setelah dirinya dipastikan harus memulai balapan kandang dari posisi ke-19 di grid start. Malapetaka tersebut bermula ketika sang pembalap tergelincir dan menabrak pembatas pengaman dalam sesi kualifikasi yang diliputi oleh kondisi lintasan basah akibat diguyur hujan deras di Interlagos.

Baca Juga Leclerc Pimpin FP1 F1 GP Meksiko Saat Sepuluh Pembalap Muda Beraksi

Menanggapi insiden yang memupus harapan meraih hasil kualifikasi optimal tersebut, sang pembalap memberikan penjelasan secara rinci kepada para awak media mengenai detik-detik terjadinya kecelakaan. "Di awal kualifikasi, saya mencoba menjaga jarak dari Ollie, saat saya sedang mengejarnya. Saya akhirnya mengunci roda depan dan tidak dapat menghentikan mobil tepat waktu sebelum menabrak dinding. Benturannya tidak keras, tetapi itu menggeser sayap depan, dan kami tidak bisa melanjutkan dengan kondisi seperti itu. Mereka mencoba menggantinya, tetapi waktunya tidak cukup," ujar pembalap muda berbakat itu menjelaskan situasi di garasi.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi trek pada awal sesi kualifikasi sangatlah licin akibat air hujan yang menggenang di beberapa titik krusial. Keluar dari tikungan empat dan lima, para pengemudi bahkan tidak bisa menginjak pedal gas secara penuh karena risiko kehilangan kendali yang sangat tinggi. Menurutnya, di tikungan tempat ia mengalami insiden nahas tersebut, kesalahan kecil seperti mengunci ban sangat mudah terjadi dan berujung pada benturan dengan dinding pembatas sirkuit. Setelah melalui hari yang melelahkan dan penuh tekanan di kandang sendiri, prioritas utamanya adalah memulihkan kondisi fisik dan mental.

"Untuk saat ini, saya hanya ingin pulang dan beristirahat; ini telah menjadi hari yang sangat panjang. Semuanya berjalan sangat luar biasa sampai saya membuat kesalahan di kualifikasi. Saya perlu menjernihkan pikiran, dan besok kami akan memikirkan rencana selanjutnya. Kemungkinan besar saya akan memulai dari belakang, atau mendekatinya. Saya hanya ingin mencoba dan merangkai balapan pemulihan yang kuat," pungkasnya menutup sesi wawancara dengan optimisme tinggi untuk menghadapi tantangan perlombaan utama.