Ketegangan di paddock Formula 1 belum mereda. Federasi Balap Internasional (FIA) akhirnya menetapkan tanggal sidang banding yang diajukan oleh McLaren dan Red Bull terkait keputusan kontroversial yang mengembalikan podium Pierre Gasly pada Grand Prix Monako.
Keputusan yang diumumkan pekan lalu itu memicu gelombang protes dari sejumlah tim. Pasalnya, Gasly yang finis ketiga di sirkuit jalan raya Monte Carlo pada 7 Juni lalu sempat dijatuhi dua penalti lima detik karena dianggap melebihi batas kecepatan di pitlane. Hukuman itu membuatnya turun ke posisi ketujuh dan memberikan podium bagi pembalap Red Bull, Isack Hadjar.
Namun, Alpine langsung mengajukan hak untuk meninjau keputusan tersebut setelah memiliki bukti bahwa pembalap berusia 30 tahun itu tidak melampaui batas 60 km/jam. Dalam sidang peninjauan, FOM selaku pencatat waktu F1 mengakui adanya kesalahan dalam pengukuran jarak di pitlane yang menjadi dasar perhitungan kecepatan rata-rata. Kesalahan ini menyebabkan kecepatan yang dilaporkan menjadi lebih tinggi dari seharusnya.
Stewards pun menerima bukti tersebut dan mencabut penalti Gasly, sehingga posisi ketiganya dikembalikan. Ini menjadi podium keenam bagi karier Gasly di F1. Namun, keputusan ini membuat tim-tim lain geram, terutama karena Gasly bukan satu-satunya pembalap yang dihukum karena diduga melanggar batas kecepatan di pitlane. Pembalap lain seperti Andrea Kimi Antonelli, Lewis Hamilton, dan Isack Hadjar juga terkena penalti, tetapi mereka sudah menjalani hukuman tersebut saat balapan berlangsung.
Oscar Piastri dari McLaren menjadi salah satu yang paling vokal. Pembalap Australia itu rela melakukan pit stop tambahan untuk menjalani penaltinya, yang membuatnya finis kelima di belakang Gasly dan Hadjar. "Saya sangat terpukul dengan keputusan ini," ujar Piastri di Barcelona. "Ketika orang lain dihukum untuk hal yang sama dan menjalani hukuman di balapan, bagaimana Anda bisa mengubah satu penalti, padahal setidaknya lima atau enam balapan lain terdampak oleh hal itu? Ini luar biasa."
Baca Juga Adrian Newey Akui Aston Martin Tak Berdaya Hadapi Masalah MesinGeorge Russell dari Mercedes mungkin menjadi yang paling dirugikan. Pembalap Inggris itu kehilangan potensi podium saat ia masuk pit, tetapi stewards menilai ia tidak menjalani penalti dengan benar. Alhasil, ia mendapat penalti drive-through yang membuatnya jatuh ke posisi 12, tertinggal 68 poin dari rekan setimnya yang memimpin klasemen, Kimi Antonelli. "Saya jelas kehilangan posisi, tapi saya bisa membayangkan bagaimana perasaan George," tambah Piastri. "Saya kehilangan posisi ke Pierre karena saya menjalani penalti. Secara teknis saya seharusnya P3, tapi secara teknis George juga seharusnya P3. Seluruh situasi ini sekarang berantakan. Ini preseden yang cukup buruk bagi mereka."
Dengan adanya banding dari McLaren dan Red Bull, FIA akan menggelar sidang pada pekan depan. Keputusan ini akan menjadi sorotan besar, karena bisa mengubah hasil balapan dan memengaruhi klasemen akhir musim. Para penggemar tentu berharap ada kejelasan dan keadilan dalam kasus yang rumit ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!