Kabar mengejutkan datang dari kubu Red Bull Racing jelang Formula 1 Grand Prix Belanda 2026 di Zandvoort. Isack Hadjar dipastikan absen setelah mengalami cedera pergelangan tangan saat sesi gym di masa libur musim panas. Tim langsung mengambil keputusan cepat dengan memanggil Liam Lawson sebagai pengganti.

Keputusan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Hadjar, yang baru saja menikmati musim rookie yang impresif bersama Racing Bulls. Zandvoort sendiri memiliki kenangan manis baginya, karena di sinilah ia meraih satu-satunya podium F1 sejauh ini, setelah finis ketiga pada 2025 lalu. Kini, ia harus rela menonton dari garasi.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis tim, disebutkan bahwa cedera Hadjar memang cukup serius untuk membuatnya tidak bisa membalap akhir pekan ini. Red Bull pun tak mau ambil risiko dan langsung mengaktifkan opsi Lawson, yang sebelumnya sudah menjadi tandem Max Verstappen di dua seri pembuka 2025 sebelum diturunkan kembali ke Racing Bulls.

- Advertisement -
Advertisement

“Oracle Red Bull Racing mengonfirmasi bahwa Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan selama jeda musim panas yang akan mencegahnya membalap di GP Belanda 2026. Kami akan menyambut kembali Liam Lawson yang akan menggantikannya di RB22 akhir pekan ini,” bunyi pernyataan tim. “Kami mendoakan kesembuhan cepat untuk Isack dan berterima kasih kepada Liam yang bersedia turun dalam waktu singkat.”

Kembalinya Liam Lawson ke kursi Red Bull jelas menjadi sorotan. Musim ini, pembalap asal Selandia Baru itu tampil konsisten bersama Racing Bulls dan duduk di posisi kesembilan klasemen setelah 11 seri. Dia mencetak poin di delapan dari sebelas balapan, sebuah modal berharga untuk menghadapi tekanan di tim utama.

Baca Juga Pierre Gasly Dukung FIA, Pahami Protes McLaren soal Penalti Monako

Konsekuensi dari perubahan ini, Yuki Tsunoda yang berstatus pembalap cadangan Red Bull, akan turun membalap untuk Racing Bulls di Zandvoort mendampingi rookie Arvid Lindblad. Ini menjadi kembalinya Tsunoda ke lintasan setelah musim lalu ia kesulitan bersaing dengan Verstappen dan akhirnya kehilangan kursi untuk 2026.

Bagi Tsunoda, ini adalah kesempatan untuk kembali membalap di hadapan publik, sekaligus menunjukkan bahwa ia masih layak diperhitungkan. Dengan 111 start grand prix, pengalamannya jelas menjadi aset bagi Racing Bulls yang ingin mengamankan poin di sisa musim. GP Belanda sendiri akan menjadi edisi terakhir sebelum sirkuit Zandvoort dihapus dari kalender F1.