Ferrari dikabarkan telah mengambil keputusan final untuk menggunakan mesin Formula 1 versi upgrade pada Grand Prix Italia di sirkuit Monza akhir pekan ini. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan keandalan yang berlangsung pekan ini, dan menjadi sinyal kuat ambisi tim asal Maranello untuk tampil kompetitif di hadapan para tifosi.
Awalan musim ini, Ferrari memang tertinggal jauh dari Red Bull dalam hal performa mesin. Melalui sistem ADUO (Additional Upgrades and Development Opportunities), Ferrari mendapatkan dua token pengembangan setelah dinilai tertinggal lebih dari 4 persen dari benchmark mesin F1 2026 yang dipegang Red Bull. Token pertama sudah digunakan pada Grand Prix Austria bulan Juni lalu, dan kini token kedua siap dimanfaatkan di Monza.
Mesin ADUO 2 ini dipahami membawa sejumlah pembaruan signifikan, termasuk turbocharger yang lebih besar dan canggih. Estimasi awal menyebutkan peningkatan tenaga mencapai 15 tenaga kuda. Ferrari berharap tambahan daya ini mampu memangkas defisit kecepatan di trek lurus terhadap Mercedes, yang selama ini menjadi salah satu kelemahan utama mereka di musim ini.
Selain mesin, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton juga akan mendapat dukungan dari bahan bakar baru yang dikembangkan oleh Shell. Pembaruan aerodinamika juga dihadirkan, termasuk versi terbaru dari sayap belakang yang dijuluki 'Macarena'. Dengan kombinasi ini, Ferrari optimistis bisa tampil lebih kompetitif dibandingkan paruh pertama musim.
Peluang Ferrari untuk memenangkan balapan kandang semakin terbuka setelah dikonfirmasi bahwa Andrea Kimi Antonelli akan start dari posisi paling belakang. Mercedes memutuskan untuk memasang unit daya baru pada mobil W17 miliknya, yang secara otomatis membuatnya terkena penalti grid. Sementara itu, rekan setimnya, George Russell, juga masih harus menjalani penalti mesin di beberapa titik sebelum akhir musim, meski Mercedes belum menentukan di balapan mana.
Baca Juga Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Lap PertamaSaat ditanya mengenai ekspektasinya di Monza, prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, memberikan jawaban yang diplomatis namun penuh keyakinan. "Kami melakukan yang terbaik. Sejauh musim ini, terkadang kami tidak menyangka bisa mendapat hasil bagus dan kami mendapatkannya, dan terkadang kami berharap lebih dan justru kesulitan," ujarnya. "Saya pikir kunci utamanya ada pada eksekusi, bukan hanya potensi murni. Pelajaran terbaik dari akhir pekan di Zandvoort adalah jika ingin menang, Anda harus melakukan pekerjaan dengan sempurna."
Ferrari saat ini menempati posisi kedua klasemen konstruktor dengan defisit 87 poin dari Mercedes. Sementara di klasemen pembalap, Hamilton berada di posisi ketiga, tertinggal 59 poin dari Antonelli yang memimpin. Dengan berbagai pembaruan dan dukungan penuh dari para penggemar, Ferrari berharap bisa mengukir sejarah di Monza.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!