MotoGP, Nusantara Media - Pembalap Fabio Quartararo menegaskan bahwa keputusan terkait masa depannya di MotoGP 2027 telah “jelas”, di tengah tantangan performa yang masih dihadapi Yamaha dengan proyek mesin V4 terbaru.
Juara dunia MotoGP 2021 itu diperkirakan akan berpindah ke Honda pada era regulasi 850cc mendatang, meski ia tidak mengungkapkan detail lebih lanjut. Fokus utamanya saat ini tetap pada pengembangan motor Yamaha yang belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak debut awalnya di Barcelona pada September lalu.
“Pada September saat kami mencoba motor di Barcelona, feeling-nya belum bagus. Itu normal karena proyek baru, tapi sekarang rasanya sangat mirip dengan saat itu,” ujarnya.
“Kami berharap ada peningkatan besar, tapi kami justru memulai lebih lambat dibanding tahun lalu dengan mesin inline.”
Data tes Buriram memperkuat kekhawatiran tersebut. Catatan waktu terbaik Yamaha V4 sebesar 1 menit 29,672 detik masih lebih lambat 0,086 detik dibandingkan motor M1 inline musim 2025. Sementara itu, pabrikan lain seperti Aprilia dan KTM menunjukkan peningkatan performa yang jelas.
Lebih jauh, Quartararo mengungkapkan bahwa pace balapan Yamaha saat ini tertinggal hingga tujuh hingga delapan persepuluh detik per lap dibandingkan paket tahun lalu.
“Kami tahu persis apa yang kurang, dan Anda tidak bisa membayangkan berapa banyak setting dan hal yang sudah kami coba di Sepang dan Buriram, tapi hasilnya tetap sama,” jelasnya.
Menurutnya, Yamaha masih belum memiliki basis performa yang jelas, terutama untuk menyesuaikan dengan gaya balapnya.
“Kami butuh sesuatu yang benar-benar baru. Saat ini kami belum punya dasar motor yang sesuai dengan gaya balap saya.”
Quartararo juga menekankan bahwa masalah Yamaha tidak hanya terbatas pada top speed, tetapi juga mencakup kemampuan menikung, feedback ban depan, serta integrasi elektronik.
“Kami perlu meningkatkan banyak hal: top speed, turning, feeling depan, dan elektronik.”
Dalam tes Buriram, Quartararo mencatat waktu tercepat ke-17, terpaut lebih dari satu detik dari Marco Bezzecchi dan sedikit di belakang rekan sesama Yamaha, Jack Miller.
Meski menghadapi kesulitan teknis, Quartararo menegaskan bahwa kepastian mengenai masa depannya memberikan stabilitas secara mental.
“Keputusan saya sudah jelas. Itu membantu saya secara mental,” katanya singkat.
Dengan regulasi baru 850cc yang semakin dekat dan proyek V4 Yamaha yang masih mencari arah, seri pembuka di Thailand akan menjadi tolok ukur awal untuk menilai sejauh mana perkembangan yang dapat dicapai sepanjang musim 2026.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!