Dunia balap Formula 1 kembali dikejutkan oleh pergerakan internal tim, di mana Beat Zehnder dipastikan bakal meninggalkan skuad yang berbasis di Hinwil pada penghujung bulan Desember 2026 mendatang. Keputusan besar ini sekaligus mengakhiri masa pengabdian panjang selama hampir empat dekade atau tepatnya 39 tahun bersama satu-satunya tim balap jet darat asal Swiss yang kini bersiap menyongsong era baru di bawah kepemilikan pabrikan asal Jerman. Perubahan drastis ini diumumkan langsung oleh manajemen Audi sebagai bagian dari langkah strategis restrukturisasi besar-besaran demi menghadapi persaingan ketat regulasi baru musim balap 2027.
Perjalanan panjang sosok berusia hampir 61 tahun tersebut di kancah balap internasional dimulai ketika ia pertama kali direkrut oleh pendiri tim Peter Sauber pada tahun 1988 silam. Pada awal kariernya di dunia motorsport profesional, ia mengawali pengabdian sebagai seorang mekanik handal dalam program balap mobil sport sebelum akhirnya tim tersebut melangkah mantap masuk ke arena Formula 1 pada musim 1993. Tidak memerlukan waktu lama baginya untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan di garasi, hingga akhirnya ia dipercaya untuk mengemban tanggung jawab penuh sebagai manajer tim mulai tahun 1994 dan terus bertahan melintasi berbagai generasi pembalap.
Sepanjang karier cemerlangnya di lintasan balap dunia, ia telah melewati berbagai fase krusial mulai dari masa-masa kejayaan hingga masa sulit ketika tim harus berjuang keras di papan bawah. Pihak manajemen secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa kenal lelah yang telah ditunjukkan selama puluhan tahun berkecimpung di lingkungan paddock yang sangat menuntut tekanan mental tinggi. Dalam pernyataan resminya, tim menegaskan bahwa kontribusinya melampaui urusan teknis semata, di mana ia telah menjadi figur penting bagi seluruh personel yang pernah bekerja sama dengannya. "Beat adalah mentor bagi ratusan anggota tim dan pembalap yang bertugas di Hinwil selama bertahun-tahun," tulis pihak manajemen dalam rilis resmi mereka.
Seiring dengan berjalannya waktu dan dinamika struktur organisasi tim, perannya mengalami penyesuaian signifikan ketika ia diangkat menjadi anggota dewan direksi pada tahun 2018. Menjelang akhir tahun 2024, ia mengemban amanah baru sebagai Direktur Program Signature & Operasi yang mengawasi operasional kendaraan-kendaraan historis serta seluruh aktivitas terkait warisan balap tim. Grand Prix Abu Dhabi pada tahun 2024 menjadi balapan pemungkas baginya saat bertugas di pit wall dalam kapasitas sebagai manajer tim, sebelum akhirnya ia menuntaskan sisa masa baktinya pada pengujung Desember 2026 nanti.
Baca Juga Ferrari Pastikan Pakai Mesin Upgrade di GP Italia MonzaKetika tirai pengabdiannya benar-benar ditutup pada akhir tahun 2026, catatan statistiknya akan mencakup keterlibatan dalam 36 seri Kejuaraan Dunia Ketahanan Mobil Sport serta luar biasa menembus 601 Grand Prix Formula 1 bersama skuad yang bermarkas di Swiss tersebut. Angka fantastis ini membuktikan konsistensi, profesionalisme tinggi, serta mentalitas baja yang tidak pernah luntur meskipun badai perubahan regulasi dan kepemilikan silih berganti menghantam markas Hinwil. "Kami berterima kasih padanya atas 39 tahun pelayanan luar biasa dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," tutup pernyataan resmi dari markas tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!