MotoGP, Nusantara Media - Peta persaingan menjelang musim MotoGP 2026 mulai terbentuk usai rangkaian tes pramusim di Buriram, dengan Ducati dan Aprilia diprediksi menjadi dua kekuatan utama dalam perebutan supremasi.

Aprilia menunjukkan performa solid sejak akhir musim lalu dan melanjutkannya di pramusim, termasuk melalui catatan impresif Marco Bezzecchi yang memimpin tes Buriram dengan waktu di bawah rekor lap. Bersama Raul Fernandez dan debutan Ai Ogura, pabrikan Noale terlihat memiliki fondasi kompetitif yang stabil untuk memulai musim.

Sementara itu, Ducati tetap mempertahankan status sebagai tolok ukur grid. Paket GP26 dinilai lebih konsisten dibandingkan pendahulunya, dengan kontribusi signifikan dari Francesco Bagnaia dalam pengembangan, khususnya pada perangkat ride height yang meningkatkan stabilitas saat pengereman. Hal ini menjadi aspek penting mengingat kelemahan di area tersebut sempat menjadi kendala pada generasi sebelumnya.

- Advertisement -

“Sudah sejak tahun lalu, Marco sangat cepat di paruh kedua musim. Dia akan menjadi kandidat juara sejak awal,” ujar Marc Marquez.

Kendati demikian, sejumlah variabel masih belum sepenuhnya terjawab, terutama terkait kondisi fisik Marquez sendiri yang belum mencapai puncak kebugaran akibat gangguan kesehatan selama tes. Juara dunia bertahan itu juga mengalami beberapa kecelakaan, yang memengaruhi kelengkapan data simulasi balapan Ducati di Buriram.

“Saya sangat senang karena feeling dengan motor bagus sepanjang pagi, dan saya berkendara dengan baik,” kata Marquez.

Data long run dari tes menunjukkan keunggulan tipis antara kedua pabrikan. Ogura mencatat rata-rata 1m30.101s dalam simulasi 12 lap, unggul atas Bagnaia yang membukukan 1m30.276s. Bezzecchi juga tampil konsisten dalam simulasi jarak penuh dengan 20 lap, memperkuat indikasi bahwa Aprilia memiliki kecepatan balap yang kompetitif.

Namun demikian, Ducati diyakini masih menyimpan potensi lebih besar yang belum sepenuhnya terlihat selama pengujian. Keterbatasan data, terutama dari simulasi penuh Marquez, menjadi salah satu faktor utama yang membuat gambaran kekuatan sebenarnya masih menyisakan tanda tanya.

Di luar dua pabrikan terdepan, persaingan untuk posisi ketiga diperkirakan berlangsung ketat antara KTM dan Honda. KTM menunjukkan perkembangan signifikan dengan berbagai pembaruan teknis, sementara Pedro Acosta kembali menjadi pembeda dalam hal performa.

“Jelas ada dua pabrikan yang saat ini sangat menonjol,” ujar Acosta.

Honda, di sisi lain, mulai menunjukkan peningkatan meski masih menghadapi kendala grip, terutama dengan karakter ban Michelin di sirkuit tertentu. Joan Mir menilai RC213V masih membutuhkan peningkatan signifikan untuk dapat bersaing secara konsisten di barisan depan.

Sementara itu, Yamaha masih menghadapi tantangan besar. Proyek motor baru mereka dinilai belum siap bersaing dalam waktu dekat, dengan kekurangan pada top speed, grip, dan kemampuan menikung. Fabio Quartararo bahkan menyebut bahwa motor saat ini masih membutuhkan waktu pengembangan yang cukup panjang.

Dengan hanya beberapa hari tersisa sebelum Grand Prix Thailand, konfigurasi kekuatan grid tampak mengarah pada duel utama antara Ducati dan Aprilia. Namun, sejumlah faktor seperti kondisi fisik pembalap, konsistensi balapan, serta performa aktual di akhir pekan balap akan menjadi penentu sejauh mana prediksi pramusim ini benar-benar terwujud.