Setelah beberapa akhir pekan yang penuh tantangan, Fabio di Giannantonio merasa dirinya dan tim VR46 akhirnya berada di ambang solusi untuk masalah MotoGP yang mereka hadapi, tepat saat balapan kandang di Misano akan digelar bulan ini.

Pembalap yang akan pindah ke KTM itu mengawali musim sebagai rider Ducati terbaik dan paling konsisten. Namun, performanya menurun drastis dalam tujuh balapan terakhir, dengan rata-rata poin yang turun dari 19,3 menjadi 13,1 per akhir pekan.

Grand Prix Aragon menjadi titik terendahnya musim ini. Kurangnya feeling pada Jumat membuatnya kesulitan, lalu crash di sprint pada Sabtu. Meski tim melakukan perubahan pada hari Minggu, ia hanya mampu finis ketujuh, tertinggal dari Fermin Aldeguer yang tampil impresif bersama Gresini.

- Advertisement -
Advertisement

Di Giannantonio enggan merinci akar masalahnya, tetapi ia mengaku tim kini paham betul mengapa kecepatannya menghilang. Ia optimistis bisa memperbaiki semuanya sebelum San Marino Grand Prix pada 13 September.

“Ada beberapa hal yang membuat saya crash. Ini akhir pekan kedua kami mengalami masalah kecil di sana-sini. Kabar baiknya, kami tahu persis apa yang terjadi. Saya sangat berharap bisa tampil konsisten dan normal mulai Misano, karena kami punya kesempatan lagi untuk menunjukkan kecepatan yang sempat hilang,” ujarnya.

Baca Juga Aragon MotoGP: Kualifikasi MotorLand, Bezzecchi vs Marquez

Saat ini Di Giannantonio berada di posisi keempat klasemen dengan selisih 48 poin dari pemimpin Jorge Martin. Hingga tiga balapan lalu, ia unggul nyaman atas Marc Marquez, tetapi kini justru tertinggal 29 poin setelah pembalap pabrikan Ducati itu tampil agresif.

Meski begitu, pembalap VR46 itu tetap percaya diri bisa membalikkan keadaan menuju seri pamungkas di Valencia. “Kami menyelamatkan apa yang bisa. Hal positifnya, kami masih keempat. Sekarang fokus ke Misano, saya yakin kami bisa bangkit. Mengetahui apa yang salah sangat membantu kami untuk bekerja,” pungkasnya.