Bos tim Haas, Ayao Komatsu, punya cara unik untuk menyambut GP Italia. Pria asal Jepang itu baru saja menjalani sesi lintasan dengan mengendarai mobil bersejarah 1990 Footwork Arrows A11B, lengkap dengan nuansa klasik yang bikin penggemar balap nostalgia.

Aksi ini dilakukan di sirkuit yang menjadi markas balap Italia, di tengah pekan yang sibuk bagi tim yang bermarkas di Maranello itu. A11B sendiri merupakan evolusi dari mobil rancangan Ross Brawn, dan pada musim 1990 pernah dikendarai oleh Michele Alboreto, Alex Caffi, dan Bernd Schneider.

Di balik kapnya, mobil ini menggendong mesin V8 Cosworth DFR 3.5 liter yang legendaris. Meski hanya sekali mencetak poin di tangan Caffi saat finis kelima di GP Monaco 1990, aura historisnya tetap terasa kuat.

- Advertisement -
Advertisement

Bagi Haas, momen ini datang di saat yang krusial. Tim asal Amerika itu memulai musim 2026 dengan cukup baik, mengumpulkan poin di lima dari enam seri awal. Namun, sejak itu mereka gagal mencetak angka. Kini mereka duduk di posisi ketujuh klasemen konstruktor dengan 21 poin.

Di sesi latihan bebas pertama di Monza, Ollie Bearman dan Esteban Ocon menempati posisi ke-14 dan ke-18, lalu membaik di FP2 dengan urutan ke-8 dan ke-18, serta ke-14 dan ke-17 di FP3. Performa yang masih jauh dari kata ideal, tapi ada secercah harapan.

Baca Juga Honda Mesin Baru, Alonso Kesulitan Mobil Honda di Zandvoort

"GP Italia selalu spesial bagi kami karena kantor desain kami ada di Maranello, Italia," ujar Komatsu dalam preview tim. "Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menyambut banyak rekan tim di Monza dan membuat mereka merasakan apa yang mereka perjuangkan setiap hari, serta menikmati atmosfer yang benar-benar istimewa."

Komatsu juga menegaskan timnya datang ke Italia dengan tekad membalikkan keadaan setelah akhir pekan yang frustrasi di Zandvoort. "Ada hal positif secara operasional, tapi pada akhirnya kami masih mencari performa lebih dari VF-26," katanya. "Akhir pekan ini kami membawa paket upgrade baru, jadi sangat penting untuk memaksimalkan waktu latihan dan terus mendorong di tengah ketatnya persaingan."

Dengan jadwal paruh kedua yang padat, Komatsu sadar tantangan besar menanti. "Balapan di paruh kedua datang silih berganti – itu bagus – tapi ini tantangan. Tahun lalu kami menunjukkan bisa terus menemukan performa hingga akhir musim, dan itu fokus kami," pungkasnya.