Musim kompetisi World Superbike (WorldSBK) baru saja ditutup dengan rangkaian balapan yang dramatis di Sirkuit Jerez. Di tengah atmosfer penutupan musim tersebut, Alvaro Bautista harus puas mengakhiri balapan terakhirnya di posisi keempat setelah berjuang keras mempertahankan podium dari kejaran para rivalnya. Memulai balapan dari grid keenam bersama tim Barni Racing, pembalap asal Spanyol ini langsung melesat ke posisi ketiga pada fase awal lomba dan sempat merasakan peluang besar untuk menutup tahun di atas podium.
Namun, kondisi lintasan yang kian memburuk akibat rintikan hujan pada paruh akhir balapan mengubah segalanya. Bautista mengakui bahwa dirinya sempat bertindak sebagai penunjuk jalan bagi pembalap lain sebelum akhirnya disusul oleh Sam Lowes yang memanfaatkannya sebagai kelinci percobaan di atas lintasan yang licin. Kondisi tersebut memaksa sang juara dunia untuk mengendurkan laju motornya demi menghindari kecelakaan fatal yang tidak perlu.
“Saya sudah merasakan sedikit rasa podium di sana. Tapi tentu saja, dalam balapan, hal baik atau buruknya adalah segalanya bisa terjadi sampai bendera finis dikibarkan. Bisa saja berakhir lebih buruk karena kondisi trek saat itu... Ketika rintikan air mulai turun, di beberapa bagian sirkuit saya harus melambat karena tanpa referensi sebelumnya Anda tidak tahu betul seberapa besar bahayanya. Sam menjadikan saya kelinci percobaan dan dia membuka jalannya. Jadi bagi dia itu selalu sedikit lebih mudah,” ungkap Alvaro Bautista kepada media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusan untuk melambat justru berdampak negatif pada performa ban motornya yang kehilangan temperatur optimal secara drastis. Ketika dirinya mencoba kembali menaikkan tempo balapan, cengkeraman ban sudah hilang sepenuhnya dan menyebabkan beberapa momen krusial yang hampir membuatnya kehilangan kendali atas motor. Mengingat situasi yang semakin berisiko, ia akhirnya memilih untuk bermain aman dan fokus membawa motornya menyentuh garis finis di posisi keempat.
Baca Juga Honda Hidupkan Kembali Legenda CB Melalui Model CB1000F TerbaruRefleksi atas akhir pekan di Jerez ini juga membuka diskusi yang lebih luas mengenai perjalanan kariernya ke depan, terutama menyangkut masa depannya di kejuaraan WorldSBK menjelang musim 2027. Tantangan regulasi teknis, termasuk perdebatan seputar aturan berat minimum gabungan antara pembalap dan motor, diakui telah memberikan dampak signifikan terhadap dinamika bursa transfer pembalap. Regulasi tersebut kerap menjadi batu sandungan bagi pembalap bertubuh ringan seperti dirinya dalam mencari kepastian kontrak dengan pabrikan.
Situasi ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di paddock WorldSBK tidak hanya terjadi di atas lintasan, tetapi juga di luar trek menyangkut regulasi dan negosiasi kontrak. Dengan berakhirnya musim ini, Alvaro Bautista kini harus mengevaluasi berbagai opsi yang tersedia untuk menentukan langkah selanjutnya dalam karier balap profesionalnya di level tertinggi balap motor dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!