Musim kompetisi kejuaraan dunia balap motor terkemuka tahun ini resmi ditutup dengan catatan sejarah yang luar biasa bagi pabrikan asal Italia, Ducati. Musim 2026 menjadi panggung pembuktian bagi superioritas teknik mesin Borgo Panigale serta performa konsisten para pembalapnya di berbagai seri balapan internasional yang menguji ketahanan fisik dan mental.

Perjalanan musim ini diwarnai oleh pencapaian fenomenal yang diraih oleh Nicolo Bulega. Pembalap berusia 27 tahun asal Italia tersebut sukses mengunci gelar juara dunia pertamanya di ajang Superbike setelah tampil mendominasi hampir di setiap akhir pekan balap. Konsistensi luar biasa diperlihatkannya dengan hampir selalu berdiri di atas podium, ditambah dengan raihan rekor gemilang berupa catatan Superpole dan putaran tercepat yang silih berganti dipecahkan sepanjang tahun.

Keunggulan Bulega di puncak klasemen pembalap tidak lepas dari persaingan ketat namun sportif yang diberikan oleh para rival terdekatnya. Di posisi kedua, Iker Lecuona tampil sebagai salah satu protagonis utama musim ini. Meski sempat menghadapi kendala pada awal seri di Phillip Island serta insiden jatuh pada sesi Superpole Race di Inggris, pembalap asal Spanyol tersebut mampu bangkit dan mengumpulkan total 163 poin selisih dari sang juara dunia.

- Advertisement -
Advertisement

Performa impresif dari para penunggang mesin Borgo Panigale secara otomatis mengantarkan skuad Aruba.it-Ducati merebut titel juara dunia kategori tim. Keperkasaan mereka terlihat jelas pada tabel akhir klasemen di mana tim pabrikan tersebut mengoleksi total 1289 poin yang fantastis. Catatan angka tersebut menempatkan mereka jauh di atas para pesaing terdekat tanpa mampu disentuh oleh tim manapun sepanjang kalender balap musim ini.

Baca Juga Bulega Menangi Race 1 WorldSBK Estoril dan Samai Rekor Kemenangan Bautista

Sementara itu, persaingan di papan atas kategori konstruktor juga menegaskan dominasi industri otomotif Italia di kancah global. Ducati keluar sebagai juara konstruktor dunia dengan keunggulan margin selisih 458 poin atas sesama pabrikan asal Italia, Bimota, yang tampil kompetitif di musim debutnya. Perebutan posisi ketiga klasemen konstruktor juga berjalan sengit hingga seri pemungkas, di mana BMW berhasil mengamankan tangga podium kehormatan dengan keunggulan tipis satu angka saja atas Yamaha.

PosPembalap / TimPabrikanPoin
1Nicolo BulegaDucati726
2Iker LecuonaDucati563
3Yari MontellaDucati318
1Aruba.it Racing – DucatiDucati1289
2Barni Spark Racing TeamDucati485
3Bimota by Kawasaki Racing TeamBimota481